Lima Anak Buah Kapal Virgo Selamat, Ditolong Kapal Tandu

Selama 9 jamterombang-ambing di laut berpegangan tabung gas melon

Info Maritim453 Dilihat

Banjarmasin, indomaritim.com – Lima Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 selamat berkat berpegangan pada satu tabung gas melon ukuran tiga kilogram saat kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9). Mereka terombang-ambing sekitar sembilan jam di tengah laut, sebelum akhirnya ditolong kapal tunda.

Seorang ABK Akmal mengatakan dirinya bersama empat ABK lainnya menggunakan satu tabung LPG tersebut sebagai pegangan karena tidak menemukan sekoci atau rakit karet saat berada di tengah laut setelah menyelamatkan diri dari kapal.

“Kami lima orang pegang satu tabung LPG. Tabung LPG tiga kilo yang kosong,” kata Akmal saat ditemui usai berhasil dievakuasi dan mendarat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa seperti dikutip dari Antara.

Akmal merupakan salah satu dari 22 korban selamat yang berhasil dievakuasi hari ini menggunakan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, dievakuasi dari KRI Nala di lokasi, setelah sempat beberapa kali berpindah kapal sejak berhasil diselamatkan pada Minggu (13/9) pukul 10.00 WITA, sedangkan kecelakaan terjadi pada pukul 01.00 WITA.

Akmal mengatakan mereka mulai berada di laut sekitar pukul 01.00 WITA dan baru ditemukan kapal tunda sekitar pukul 10.00 WITA, sehingga harus bertahan hampir sembilan jam menghadapi gelombang besar dengan hanya berpegangan pada tabung tersebut.

Selama berada di laut, Akmal menghadapi gelombang besar yang membuat dirinya bersama empat ABK lainnya terus berusaha mempertahankan pegangan sampai pertolongan tiba.

Akmal mengatakan dirinya tidak melihat sekoci maupun rakit karet selama berada di laut, sedangkan lima orang tersebut tetap bertahan bersama hingga kapal tunda datang dan mengangkat mereka dari laut.

“Saya kemudian melihat terdapat korban selamat dan meninggal dunia di atas kapal tunda, tetapi tidak mengetahui secara pasti kondisi para korban sebelum mereka dievakuasi dari laut,” ujarnya.

Akmal yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu diketahui bekerja sebagai petugas kebersihan di KM Virgo Transport 8 dan telah bekerja di kapal tersebut sekitar tiga bulan sebelum kecelakaan terjadi.

Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.

Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 110 korban sudah mendarat di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara empat korban lain dalam keadaan meninggal dunia masih proses evakuasi menggunakan armada udara.

Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di Perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar