Moskow, indomaritim.com – Direktur Kantor Penghubung Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk Federasi Rusia, Oleg Kobiakov mengatakan krisis di Timur Tengah masih berlangsung sehingga terlalu dini untuk membicarakan jangka waktu pemulihan rantai pasokan melalui Selat Hormuz.
“Masih terlalu dini untuk membicarakan jangka waktu pemulihan fungsi normal rantai logistik yang melewati Selat Hormuz,” kata Kobiakov kepada RIA Novosti yang dipublikasi pada Kamis.
Dia mencatat bahwa hal tersebut terutama disebabkan oleh krisis yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
“Hasil dari konfrontasi di Timur Tengah, yang dimulai lebih dari tujuh bulan lalu, masih belum dipastikan,” kata Kobiakov seperti dikutip dari Antara.
Adapun pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas oleh pihak Iran.
Kemudian pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, meskipun keduanya kembali saling melancarkan serangan. Hingga saat ini, konflik tersebut masih belum terselesaikan.
Eskalasi konflik membuat aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Selat tersebut merupakan jalur pasokan utama bagi pasar global untuk minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG). Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia. (Dul)








Komentar