Di Batam, HUT ke-81 TNI Diramaikan dengan Lomba Layar

Olahraga47 Dilihat

Batam, indomaritim.com – Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI melalui Open Tournament Kejuaraan Cabang Olahraga Layar Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Nongsa Point Marina, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko mengatakan perlombaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI sekaligus momentum untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap laut dan budaya bahari Indonesia.

“Kami melaksanakan perlombaan layar dalam rangka Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Bangsa Indonesia adalah bangsa bahari. Dan dengan kita mencintai bahari, lautnya, dan maritimnya adalah untuk keselamatan bangsa dan Indonesia,” kata Berkat di Batam, Jumat.

Menurut Antara, kejuaraan tersebut mempertandingkan empat kategori, katanya, yakni ILCA 6 Open, ILCA 7 Men, ILCA 7 TNI/Polri, dan Techno 293 Open.

Perlombaan juga diikuti 35 peserta, terdiri atas delapan peserta perempuan dan atlet dari sejumlah daerah seperti Jawa Timur, Papua, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kepri, Bali, Kalimantan Timur, Tasikmalaya, dan Banten.

Sementara peserta dari kalangan TNI berasal dari Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X, Komando Armada I (Koarmada I), Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), serta Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV.

Berkat mengatakan lomba dan lokasi tersebut dipilih karena Kepri dinilai merepresentasikan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Kalau melihat Indonesia secara luas, Kepri ini paling tidak seperti miniaturnya. Dipilih di Batam karena kekuatan bangsa kita harus dan bisa terwujud dimanapun berada,” ujarnya.

Asisten Operasi Dankodaeral IV Kolonel Laut Pelaut Djawara Whimbo mengatakan setiap perlombaan memiliki lintasan relatif pendek dengan jarak sekitar 600-700 meter jika dikonversikan ke jarak darat.

“Posisi kapal evakuasi kita atur. Ada kapal di garis start sebagai pengawas, kemudian satu kapal sebagai ambulans apung. Di tengah ada RIB (Rigid Inflatable Boat) yang bergerak mengikuti peserta, kemudian sekoci karet di sebelah kanan juga bergerak mengikuti peserta. Di paling jauh ada kapal pengawas untuk keselamatan,” katanya.

Menurut dia, pengaturan unsur pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan evakuasi dapat segera dilakukan apabila terjadi kecelakaan selama perlombaan.

“Apabila terjadi kecelakaan pada peserta maka mereka akan segera bergerak untuk melaksanakan evakuasi laut,” kata dia. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar