Jakarta, indomaritim.com – Perwakilan Militer Senior untuk Indo-Pasifik dari Kanada, Letnan Jenderal Derek Macaulay, mengatakan bahwa Indonesia dan Kanada memiliki peluang kerja sama dalam bidang kesadaran maritim (maritime domain awareness).
Dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Rabu, Macaulay menyebutkan bahwa kedua negara memiliki banyak usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang kesadaran maritim, sementara Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas.
Dia menilai kondisi tersebut membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
“Ada banyak hal yang kami cermati terkait kesadaran akan situasi di bidang maritim. Kami memiliki banyak usaha kecil dan menengah yang unggul dan bergerak di bidang kesadaran maritim. Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas,” kata Macaulay seperti dikutip dari Antara.
Dia menilai bahwa kesadaran situasional maritim melampaui batas zona ekonomi eksklusif suatu negara, dan menyebutkan bahwa Indonesia dan Kanada sama-sama memiliki kepentingan mendeteksi ancaman yang mendekati wilayah perairan masing-masing.
Macaulay juga membandingkan posisi geografis kedua negara; Kanada berbatasan dengan Samudra Atlantik, Samudra Arktik, dan Samudra Pasifik, sementara Indonesia berbatasan dengan Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan Laut China Selatan.
Letnan jenderal itu pun menilai bahwa, meski berbeda nama, Indonesia dan Kanada menghadapi tantangan yang serupa dan dapat saling belajar.
“Ini bukan soal nama wilayah yang spesifik, melainkan soal fakta bahwa wilayah-wilayah tersebut menghadirkan tantangan bersama yang memungkinkan kita untuk saling belajar,” kata Macaulay.
Dia juga menyoroti pentingnya posisi strategis Indonesia terkait Selat Malaka, dan mengungkapkan bahwa sekitar 10 persen perdagangan Kanada melewati selat tersebut sehingga keamanannya turut menjadi perhatian penting bagi Kanada.
Selain itu, dalam kunjungannya ke Jakarta, Macaulay menyebutkan bahwa dirinya didampingi perwakilan Canadian Coast Guard, di mana Indonesia dan Kanada akan menjajaki kemungkinan berbagi informasi terkait kesadaran maritim antara kedua negara ke depan.
Macaulay menyampaikan bahwa Kanada telah melakukan perubahan organisasi dengan memasukkan Canadian Coast Guard ke dalam Departemen Pertahanan sebagai satuan operasi khusus, sehingga memperkuat sinergi antara Angkatan Bersenjata Kanada dan lembaga pertahanan negara tersebut.
Perwakilan Militer Senior untuk Indo-Pasifik (SMR-IP) merupakan inisiatif Kanada yang dibentuk pertama kali pada 2026 guna melanjutkan Strategi Indo-Pasifik 2022; posisi itu dijabat oleh Letnan Jenderal Derek Macaulay.
Tugas utama dari perwakilan militer senior tersebut adalah memperkuat hubungan, menyelaraskan kepentingan, dan mendukung mitra-mitra Kanada di Indo-Pacific, termasuk Indonesia.
Macaulay menegaskan bahwa perannya bersifat penasihat dengan kredibilitas yang dibangun dari konsistensi dan kehadiran, serta berperan menjembatani kebutuhan mitra, termasuk potensi kerja sama industri pertahanan dan kesadaran maritim dengan Indonesia. (Hes)





Komentar