Wakatobi Wonderful Marine and Coral Adakan Karnaval Budaya Maritim

Karnaval berlangsung di Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Olahraga68 Dilihat

Kendari, indomaritim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyebut bahwa ajang Wakatobi Wonderful Marine and Coral (WAVE) mempromosikan potensi wisata bahari dan kekayaan budaya lokal melalui gelaran Karnaval Budaya Maritim di daerah tersebut.

Bupati Wakatobi Haliana saat dihubungi di Kendari, Sabtu, mengatakan bahwa ajang tahunan yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata ini mengusung tema “Exploring Maritime and Cultural Majestic”, guna mengenalkan keagungan alam dan tradisi masyarakat pesisir di kancah nasional maupun internasional.

“Karnaval maritim dan atraksi budaya yang ditampilkan merupakan cerminan identitas serta kebanggaan bersama. Event ini menjadi wadah promosi sekaligus economic and collaboration platform untuk memajukan pariwisata daerah,” kata Haliana seperti dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan, selain Karnaval Budaya Maritim, rangkaian main event turut dimeriahkan dengan peragaan busana (fashion show) kain khas Wakatobi, tradisi adat Kansoda, pertunjukan Tari Kolosal, hingga pameran Expo UMKM, Industri Kreatif, dan Ekonomi Digital.

“Promosi pesona bahari juga diperkuat lewat aksi nyata pelestarian ekosistem laut, seperti transplantasi terumbu karang yang dirangkaikan dengan Fun Dive di titik penyelaman Pesona Uang Rp10 ribu, Parade Perahu Hias, serta lomba balap perahu tradisional (Tapan Perahu),” ujarnya.

Menurut Haliana, Wakatobi diproyeksikan sebagai salah satu hub atau titik fokus pembangunan pariwisata di kawasan Indonesia Timur yang terintegrasi dengan destinasi utama, seperti Bali, Raja Ampat, Likupang, dan Merauke. Aksesibilitas menuju Wakatobi pun kian diperkuat melalui pengoperasian rute penerbangan langsung Makassar-Wakatobi-Bali.

“Pariwisata merupakan investasi jangka panjang. Melalui sektor ini, kita diajarkan untuk merawat ekosistem lingkungan dan melestarikan budaya demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya lagi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra Ridwan Badallah mengapresiasi penyelenggaraan Wakatobi WAVE yang dinilainya merefleksikan keagungan potensi maritim serta budaya masyarakat pesisir, sekaligus berpijak pada prinsip ekowisata berkelanjutan.

“Pariwisata Wakatobi harus terus berpijak pada prinsip ekonomi biru dan ekowisata berkelanjutan. Perayaan berskala nasional seperti ini tidak boleh hanya sekadar agenda seremonial, tetapi harus mampu memutar ekonomi kerakyatan dan berdampak langsung bagi UMKM serta masyarakat lokal,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan bahwa Pemprov Sultra berkomitmen mengawal pengembangan Wakatobi sebagai destinasi prioritas, termasuk mengusulkan pembangunan hub pariwisata atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) baru di Kota Kendari dan Geopark Muna untuk menopang kemajuan pariwisata Wakatobi periode 2026-2045.

“Mari kita tampilkan hospitality yang hangat, aman, dan profesional agar Wakatobi dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, melainkan juga keramahtamahan masyarakatnya,” ujar Ridwan pula. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar