Jakarta, indomaritim.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan belum ada rencana mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Hal itu disampaikannya kepada indomaritim.com di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Ia menyebut jumlah penduduk Pulau Miangas hanya sekitar 700 jiwa. Sebagai gantinya, pemerintah memilih memperkuat sekolah yang sudah ada di Pulau Miangas, mulai dari jenjang SD Negeri, SMP Negeri hingga SMK Negeri. Sekolah-sekolah itu mendapatkan program revitalisasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas sarana serta prasarana pendidikan.
“Di sana ada TK, tapi TK Swasta” ujarnya. Program tersebut menjadi perhatian penting mengingat Miangas merupakan salah satu wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia. Revitalisasi diharapkan dapat memastikan anak-anak di wilayah perbatasan memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih layak tanpa harus membangun sekolah baru.
Salah satu sekolah yang mendapatkan revitalisasi adalah SD Negeri Miangas. Sekolah tersebut berdiri pada 5 Agustus 1976 dan selama hampir lima dekade belum pernah mendapatkan bantuan revitalisasi untuk perbaikan berbagai fasilitas pendidikannya. Pada 2026, sekolah tersebut akhirnya masuk dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi sekolah di Pulau Miangas merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan merata, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terluar Indonesia.
Dengan revitalisasi tersebut, pemerintah berharap peningkatan kualitas pendidikan di Miangas tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas fisik, tetapi juga mampu mendukung proses pembelajaran dan memberikan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di kawasan perbatasan, mengingat Pulau Miangas ini lebih dekat ke negara Filipina dibandingkan ke Bitung Indonesia. (Hes)













Komentar