Surabaya, indomaritim.com – PT PAL Indonesia (Persero) meraih dua penghargaan ASEAN Outstanding Engineering Achievement Project dalam rangkaian 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tersebut diberikan atas kesuksesan dalam menghasilkan inovasi Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) dan Torpedo Piranha hasil kapabilitas rekayasa dan pengembangan teknologi pertahanan oleh PT PAL Indonesia (Persero). Penghargaan diterima oleh Chief Finance and Human Resources Officer (CFHO)
PT PAL Indonesia (Persero), Pramusti Indrascaryo. Pengakuan di tingkat ASEAN ini menjadi apresiasi atas kontribusi insinyur PT PAL dalam mengembangkan inovasi teknologi pertahanan, sekaligus memperkuat posisi industri nasional dalam membangun kemampuan rekayasa secara mandiri.
Kedua produk tersebut dirancang sepenuhnya oleh insinyur Indonesia dan dikembangkan melalui kemampuan rekayasa serta manufaktur PT PAL di dalam negeri. Untuk KSOT sendiri, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 50 persen, hal ini sebagai bentuk komitmen PT PAL Indonesia (Persero) untuk keterlibatan industri komponen dalam negeri.
Pramusti menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan apresiasi atas kompetensi dan dedikasi para insinyur PT PAL dalam menghasilkan inovasi strategis bagi pertahanan nasional mulai dari penguasaan desain hingga proses produksi.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kemampuan dan dedikasi insinyur PT PAL dalam mengembangkan teknologi pertahanan melalui rekayasa yang dilakukan secara mandiri. Capaian atas KSOT dan Torpedo Piranha sekaligus memotivasi kami untuk terus memperkuat penguasaan teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan menghasilkan inovasi yang mendukung kemandirian industri pertahanan Indonesia,” ujar Pramusti.
Selain itu, untuk memastikan keberlanjutan kapabilitas yang ada, PT PAL juga memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan industri.
Kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Hasanuddin, antara lain, mencakup program magang mahasiswa, pendidikan lanjut bagi karyawan, serta riset dan inovasi teknologi.
Sinergi ini mempertemukan kebutuhan industri dengan kapasitas akademik dan riset, sekaligus mempersiapkan talenta yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi maritim dan pertahanan.
Lebih dari sekadar sebuah produk inovasi, pengembangan KSOT dan Torpedo Piranha merupakan bentuk keberhasilan transformasi di PT PAL Indonesia (Persero) dalam 5 tahun terakhir. (Hes)









Komentar