Jakarta, indomaritim.com – Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu mengatakan kegiatan Tarik Tombur Toba diselenggarakan atas aspirasi masyarakat yang ingin pariwisata di Sumatera Utara bangkit. Kegiatan tersebut digelar di Pantai Atsari, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu.
“Saya berkeliling Danau Toba dan banyak aspirasi masyarakat yang ingin geliat pariwisata kembali bangkit, maka kami selenggarakan event. Saat ada event, pariwisata akan hidup,” kata Bane seperti dikutip dari Antara di Jakarta.
Dalam rangkaian acara itu, ratusan pemancing dari berbagai daerah di Sumatera Utara hadir dalam lomba memancing di Danau Toba.
Ia menjelaskan rangkaian acara Tarik Tombur Toba dimulai sejak pagi hari dengan pentas kebudayaan tari tor-tor, yang dilanjutkan dengan lomba memancing.
Hasil dari lomba memancing dimasak bersama dalam kegiatan lomba membuat sambal tombur yang diikuti 30 kelompok peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Simalungun.
Disebutkan bahwa lomba membuat sambal tombur bisa dinikmati bersama sambil mendengarkan jazz gondang di tepi Danau Toba.
“Saya berharap sekali sambal tombur bisa dikenal di level nasional,” ujar pria yang merupakan pemrakarsa Tarik Tombur Toba itu.
Di lokasi, Bane juga mengajak peserta lomba di Tarik Tombur Toba dan masyarakat yang hadir untuk menjaga pelestarian alam dan budaya Danau Toba, dan Sumatera Utara.
Anggota DPR yang membidangi sektor perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, serta sarana publikasi tersebut menyampaikan Danau Toba merupakan hasil sejarah masa lalu yang menjadi masa depan bagi generasi selanjutnya.
Maka dari itu, ia menekankan semua pihak wajib menjaganya sehingga sepakat ambil sumber daya secukupnya dari danau tersebut dan memelihara selamanya.
Tarik Tombur Toba didukung Kementerian Pariwisata, Injourney, Kementerian Ekonomi Kreatif, Marcopolo, Anker Pilsener, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, Cari Kawan, BK Polos, dan Marabit.
Dalam acara tersebut, hadir para pegiat pariwisata, ekonomi kreatif, dan kelompok seni budaya seperti Satahi, Happy Tambunan, Pondok Kreatif Parapat, Siou, dan Guido Pungoaran. (Hes)














Komentar