Cianjur, indomaritim.com – Kantor SAR Cianjur, Jawa Barat, melakukan pencarian tubuh Tarsudin (24) nelayan warga Desa Karangwangi, Kecamatan Cidaun yang dilaporkan hilang terbawa gelombang saat mencari ikan bersama rekannya Aldiana (18) yang berhasil selamat.
Kepala Kantor SAR Cianjur Andika Zein di Cianjur, Minggu, mengatakan langsung mengirim petugas ke lapangan guna melakukan pencarian setelah mendapat laporan dari Polsek Cidaun terkait nelayan yang hilang tenggelam setelah perahunya dihantam gelombang.
Petugas gabungan dilibatkan dalam pencarian seperti TNI/Polri, BPBD Cianjur, PMI Cianjur, relawan, dan masyarakat sekitar dengan harapan tubuh korban dapat segera ditemukan meski kendala gelombang tingi masih terjadi di sepanjang pantai selatan Cianjur.
“Pencarian dilakukan dengan menyusuri tengah laut dan pinggir pantai dengan harapan jasad korban dapat segera ditemukan, tim gabungan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pencarian diperluas hingga radius 1 kilometer,” katanya seperti dikutip Antara.
Dia menjelaskan informasi dari rekan korban yang selamat, tubuh Tarsudin jatuh ke laut ketika perahu yang mereka tumpangi terbalik dihantam gelombang, tubuh korban terseret gelombang tinggi hingga menghilang.
Korban selamat sempat berpegang pada perahu yang terbalik hingga akhirnya ditemukan nelayan yang pulang melaut, korban Aldiana dievakuasi ke pantai dan memberitahu warga kalau rekannya hilang tersapu gelombang.
“Warga melaporkan hal tersebut ke polisi dan selanjutnya kami mengirim tim ke pantai selatan guna melakukan pencarian, sesuai prosedur pencarian dilakukan selama tujuh hari dengan harapan jasad korban dapat segera ditemukan,” katanya.
Camat Cidaun Gagan Rusganda, mengatakan sejak tiga pekan terakhir gelombang tinggi melanda pantai selatan Cianjur terutama di kawasan Pantai Jayanti, gelombang dapat mencapai 5 meter, sehingga pihaknya bersama TNI/Polri meminta nelayan tidak melaut sementara.
Pihaknya mencatat selama satu pekan terakhir dua laporan kecelakaan laut yang menimpa nelayan di pantai tersebut, sehingga pihaknya meningkatkan patroli melibatkan relawan guna mengimbau nelayan tidak melaut guna mengantisipasi hal tidak diinginkan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI/Polri serta menempatkan petugas dan relawan guna mengimbau masyarakat terutama nelayan dan wisatawan tidak mendekati bibir pantai karena cuaca ekstrem kerap melanda sehingga dapat mengancam keselamatan,” katanya. (Dul)








Komentar