Ambon, indomaritim.com – Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon mengenalkan pertahanan maritim, tugas menjaga kedaulatan laut, dan sejarah perjuangan bangsa kepada 86 siswa SD Pertiwi Ambon untuk memperkuat wawasan kebangsaan serta menanamkan cinta tanah air.
Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Ambon, Selasa, mengatakan pengenalan dunia kemaritiman kepada anak usia sekolah dasar merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran maritim generasi muda.
“Pengenalan kemaritiman sejak dini penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap laut, bangsa dan negara, sekaligus memberikan pemahaman tentang tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia,” kata dia seperti dikutip Antara.
Kegiatan yang berlangsung di Dermaga Irian, Markas Komando Kodaeral IX, Halong, Kota Ambon, itu merupakan bagian dari Program Pembelajaran Luar Kelas bertema “Memperkenalkan Angkatan Laut”.
Melalui pembelajaran langsung di lingkungan TNI Angkatan Laut, para siswa diharapkan memahami pentingnya laut bagi Indonesia sekaligus mengenal peran prajurit dalam menjaga keamanan perairan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam kunjungan tersebut, para siswa didampingi guru dan perwakilan orang tua untuk melihat langsung Kapal Angkatan Laut (KAL) Alkura dan KAL Panana.
Mereka mendapat penjelasan mengenai fungsi kapal, pelaksanaan patroli, serta peran awak kapal dalam mendukung pengamanan wilayah perairan. Para siswa juga diperkenalkan dengan anjungan sebagai pusat kendali pelayaran dan navigasi, termasuk tugas nakhoda dan awak kapal dalam mengoperasikan perangkat navigasi serta memantau kondisi sekitar kapal.
“Pembelajaran tersebut memberikan gambaran konkret mengenai tugas pertahanan maritim yang selama ini mungkin hanya dikenal siswa melalui buku pelajaran,” kata dia.
Selain mengenal kapal dan aktivitas operasional TNI AL, para siswa mengunjungi bunker bersejarah di kawasan Mako Kodaeral IX. Mereka mendapat penjelasan mengenai sejarah Ambon pada masa Perang Dunia II, termasuk pendudukan Jepang dan keterlibatan Sekutu di wilayah tersebut.
Sementara itu guru pendamping SD Pertiwi Ambon, Rosina Liklikwatil, mengatakan kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa dapat melihat langsung objek yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
Menurut dia, pembelajaran di luar kelas bertujuan memperluas wawasan dan membuka cakrawala berpikir siswa agar memiliki pengetahuan yang lebih luas serta semangat belajar yang tinggi.
“Pengalaman langsung itu juga membantu siswa memahami materi kemaritiman dan sejarah secara lebih menarik dibandingkan hanya mempelajarinya melalui penjelasan di dalam kelas,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kodaeral IX berupaya mendukung pendidikan generasi muda dengan menghubungkan pengetahuan di sekolah dengan kondisi nyata di lapangan, khususnya mengenai pertahanan maritim, kedisiplinan, dan sejarah bangsa.
Pemahaman sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga menyadari pentingnya laut sebagai bagian dari identitas, kekuatan dan masa depan Indonesia. (Dul)









Komentar