Jakarta, indomaritim.com – TNI Angkatan Laut menggelar Manuver Lapangan (Manlap) Latihan Operasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026 di Pulau Edam dan perairan Teluk Jakarta, Jakarta. Latihan ini melibatkan 275 personel gabungan dengan dukungan unsur kapal perang, pesawat udara, serta helikopter TNI AL dan TNI AU.
Unsur TNI AL yang dilibatkan meliputi KRI Sriwijaya-100, KRI Surik-645, empat helikopter AS 565 MBe Panther, dua helikopter Bell 412, satu pesawat udara CN-235, serta satu pesawat NC 212 Casa. Sementara itu, TNI AU turut mendukung dengan mengerahkan dua helikopter Caracal.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama sejumlah pejabat TNI AL dan TNI AU hadir sebagai peninjau untuk menyaksikan langsung pelaksanaan latihan. Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan seluruh peserta dan pengamanan daerah latihan di perairan Pulau Edam oleh KRI Surik-645.
Selanjutnya, Kasal beserta rombongan menuju KRI Sriwijaya-100 menggunakan helikopter AS 565 MBe Panther. Setibanya di kapal, Kasal melaksanakan pemeriksaan helikopter (helo inspection), serta memberikan pengarahan singkat (short briefing) kepada seluruh penerbang sebelum meninjau rangkaian manuver lapangan dari anjungan kapal.
Dalam pelaksanaan latihan, sejumlah skenario diperagakan, meliputi persiapan perangkat Bambi Bucket, lepas landas helikopter, pengambilan air (water scooping), hingga pengeboman air (water bombing) sebagai bagian dari simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, diperagakan pula simulasi modifikasi cuaca menggunakan pesawat NC 212 Casa serta proses penempatan helikopter ke dalam hanggar kapal.
Melalui latihan ini, TNI AL menguji kesiapan personel, alutsista, serta koordinasi lintas matra dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan. Keterlibatan unsur laut dan udara diharapkan dapat meningkatkan kemampuan respons cepat, efektivitas operasi, serta interoperabilitas antarsatuan dalam mendukung penanggulangan bencana.
Latihan ini sekaligus menjadi wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam menjalankan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana alam demi keselamatan masyarakat dan kepentingan nasional. (Hes)














Komentar