Jakarta, indomaritim.com – Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyatakan pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I Pelabuhan Tanjung Kalian, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, guna memperkuat konektivitas, meningkatkan layanan penyeberangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pelabuhan Tanjung Kalian telah lama menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan logistik yang menghubungkan Kepulauan Bangka Belitung dengan Pulau Sumatera,” kata Heru dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu.
Seiring meningkatnya mobilitas dan kebutuhan layanan penyeberangan, ASDP mengambil langkah strategis melalui groundbreaking pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I di Pelabuhan Tanjung Kalian.
Heru mengatakan, pembangunan dan peningkatan kapasitas dermaga merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang semakin andal, aman, dan berkelanjutan.
“Infrastruktur pelabuhan memiliki peran penting sebagai penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya seperti dikutip Antara.
Karena itu, kata dia lagi, pembangunan dan peningkatan kapasitas Dermaga Tanjung Kalian menjadi bagian dari komitmen perusahaan BUMN itu dalam menghadirkan layanan transportasi penyeberangan yang semakin andal.
“Sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan pada masa puncak angkutan seperti Natal dan tahun baru maupun Lebaran,” kata Heru lagi.
Adapun proyek pengembangan itu mencakup pembangunan Dermaga II yang dirancang melayani kapal dengan kapasitas maksimal 1.000 gross tonnage (GT), dengan dimensi panjang 58 meter dan lebar 13 meter.
Selain itu, dilakukan peningkatan kapasitas Dermaga I yang mampu melayani kapal hingga 2.000 GT dengan dimensi panjang 70 meter dan lebar 15 meter.
“Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas operasional kapal sekaligus mengoptimalkan kapasitas layanan penyeberangan,” ujar Heru.
General Manager ASDP Cabang Bangka Agustinus Cahyo menjelaskan Pelabuhan Tanjung Kalian memiliki peran penting sebagai gerbang konektivitas masyarakat melalui lintasan Tanjung Kalian-Tanjung Api-Api yang dilayani oleh KMP Madani, KMP Mutis, dan KMP Belanak.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan ini telah melayani 76.875 penumpang dan 58.952 kendaraan.
“Tingginya aktivitas penyeberangan ini menjadi indikator penting bagi kami untuk terus memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kapasitas layanan,” katanya pula.
Penguatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Kalian diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru dan memperlancar konektivitas antarwilayah di Bangka Belitung dan Sumatera.
Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan pengembangan Pelabuhan Tanjung Kalian merupakan langkah strategis mengingat perannya sebagai simpul konektivitas utama yang menghubungkan masyarakat Bangka Belitung dengan Pulau Sumatera.
“Kami berharap proyek ini dapat berjalan tanpa hambatan serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah, khususnya di Mentok dan Bangka Barat,” kata Hidayat. (Edo)








Komentar