Istanbul, indomaritim.com – Iran, Kamis dini hari waktu setempat, mengaktifkan sistem pertahanan udara di sejumlah wilayah Teheran setelah muncul laporan mengenai ledakan di dalam dan sekitar ibu kota.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa sistem pertahanan udara diaktifkan di beberapa kawasan, termasuk Teheran bagian timur dan barat.
Menurut Antara, media tersebut juga mengutip laporan awal yang menyebutkan adanya ledakan di sekitar Parchin dan Pakdasht, yang berada di tenggara Teheran.
Secara terpisah, Gubernur Pakdasht membenarkan aktivasi sistem pertahanan udara di wilayahnya dan mengatakan bahwa suara ledakan terdengar di kota tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kemudian menyatakan tidak ada korban jiwa akibat insiden di Parchin maupun Pakdasht, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars.
Fars juga mengutip juru bicara Provinsi Semnan yang mengatakan bahwa sebagian kawasan Bandara Semnan menjadi sasaran “serangan udara musuh”. Ia menambahkan bahwa tim penyelamat telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah serangan tersebut.
“Syukurlah, kawasan permukiman di kota-kota maupun desa-desa di Provinsi Semnan tidak mengalami serangan malam ini. Masyarakat diminta tidak memperhatikan berita maupun rumor yang disebarkan media musuh dan tidak perlu khawatir,” kata juru bicara tersebut.
Perkembangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz. Kedua negara kembali saling melancarkan serangan meskipun sebelumnya telah tercapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian perdamaian yang bersifat permanen. (eDO)








Komentar