Blok Masela Buka Peluang Penambahan Rute Pelayaran ke Tanimbar

Berita, Info Maritim12 Dilihat

Ambon, indomaritim.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon mengemukakan pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Maluku, membuka peluang peningkatan layanan angkutan laut.

Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Ambon Ridwan Mandaliko di Ambon, Maluku, Kamis, mengatakan hal itu juga berpotensi menambah frekuensi pelayaran maupun rute baru, seiring meningkatnya mobilitas penumpang dan distribusi logistik di kawasan tersebut.

“Untuk saat ini pelayanan ke wilayah tersebut sudah ada. Kapal yang melayani antara lain KM Pangrango, KM Leuser dan KM Sangiang. Jadi sebenarnya konektivitas ke Saumlaki sudah tersedia dan kami masih bisa memfasilitasi kebutuhan angkutan ke wilayah tersebut,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Meski demikian, kata dia, hingga saat ini belum ada instruksi dari manajemen pusat terkait penambahan kapal maupun pembukaan rute khusus untuk mendukung proyek Blok Masela karena pengembangannya masih berada pada tahap awal.

Ia menjelaskan rute menuju Saumlaki yang menjadi pintu gerbang menuju kawasan pengembangan Blok Masela saat ini telah dilayani kapal-kapal Pelni sesuai jadwal operasional masing-masing. Meski demikian, frekuensi pelayaran masih mengikuti pola rute nasional yang telah ditetapkan.

Menurut Ridwan, perkembangan proyek gas raksasa tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan transportasi laut, baik untuk pergerakan masyarakat, tenaga kerja, maupun distribusi logistik pendukung kegiatan industri.

Namun demikian, kata dia, peningkatan permintaan jasa angkutan laut baru akan menjadi dasar bagi Pelni untuk mengusulkan penyesuaian layanan kepada manajemen pusat.

“Kalau nanti mobilisasi penumpang maupun barang meningkat, tentu kami akan menyampaikan evaluasi kepada manajemen pusat. Selanjutnya akan dilakukan kajian bersama, termasuk dengan Kementerian Perhubungan, terkait kemungkinan penambahan kapal ataupun peningkatan frekuensi pelayaran,” ujarnya.

Saat ini PeIni Cabang Ambon terus memantau perkembangan aktivitas di wilayah yang berkaitan dengan proyek Blok Masela sebagai bahan evaluasi apabila terjadi lonjakan permintaan angkutan laut.

“Semuanya akan dinilai berdasarkan perkembangan di lapangan. Kalau aktivitasnya meningkat tentu akan menjadi bahan evaluasi pusat untuk menentukan langkah-langkah pengembangan layanan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan Pelni berkomitmen mendukung pengembangan kawasan strategis nasional, termasuk PSN Gas Blok Masela, dengan memastikan layanan transportasi laut tetap tersedia dan siap disesuaikan apabila aktivitas ekonomi di kawasan tersebut terus meningkat.

Sementara itu Blok Masela yang mencakup Lapangan Gas Abadi merupakan salah satu cadangan gas terbesar di Indonesia, berlokasi sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Lapangan tersebut memiliki cadangan gas sekitar 18,54 triliun kaki kubik dengan kapasitas produksi yang dirancang mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun serta 1.200 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Proyek hulu migas senilai sekitar 20,94 miliar dolar AS atau setara Rp342 triliun tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2029 dan diperkirakan mampu menyerap lebih dari 12.600 tenaga kerja selama tahap konstruksi maupun operasional. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar