Islamabad, indomaritim.com – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. pada Jumat (14/8) mengatakan bahwa rencana “penataan ulang” hubungan dengan China bertujuan untuk meredakan ketegangan dan mencegah kesalahpahaman yang dapat memicu konflik.
Ketika berbicara dalam acara jamuan makan siang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Asing Filipina di Manila, Marcos mengatakan bahwa penataan ulang tersebut berarti kembali melakukan dialog setiap kali ketegangan antara Manila dan Beijing mulai meningkat, demikian laporan Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency.
“Ini adalah penataan ulang dalam artian jika kita mulai mendeteksi atau merasakan adanya peningkatan atau eskalasi ketegangan, maka kita harus kembali berbicara dengan rekan-rekan kita di China,” kata Marcos seperti dikutip dari Antara.
Dia mengatakan Manila ingin mengurangi risiko terjadinya kesalahan atau kesalahpahaman antara kapal dan awak kapal Filipina dengan China di tengah ketegangan yang kerap terjadi di wilayah sengketa Laut Filipina Barat.
Marcos juga menyebutkan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan eksplorasi minyak dan gas bersama dengan China telah mengalami kemajuan, di mana kedua pihak sedang menyusun kerangka acuan kerja.
Saat ditanya apakah eksplorasi semacam itu dapat dimulai selama masa jabatannya, dia menjawab: “Tentu saja.”
Secara terpisah, Marcos menyatakan niatnya untuk mendukung salah satu kandidat dalam pemilihan presiden 2028 yang mampu melanjutkan program-program pemerintahannya, namun dia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan siapa calon penerusnya.
“Kami akan memilih kandidat terbaik yang dapat melanjutkan apa yang telah kami mulai,” ujarnya. (Hes)








Komentar