Pelaut ADIPATI l Kalitbang INDOMARITIM l Direktur Eksekutif TRUST l Presiden SPI l Volunteer INMETA
Kebanggaan kita sebagai bangsa kepulauan atau maritim yang besar sedang diuji menjelang momentum kontestasi pemilu legislative dan pergantian calon presiden di februari 2024 nanti. Mengingat bonus demografi yang telah menggeser besaran penduduk baby boomers oleh milenial plus gen Z (usia dibawah 40 tahun). Sebuah tantangan besar bagi bangsa ibarat 2 mata pedang yang bisa mempercepat kemapanan pembangunannya atau sebaliknya mempercepat kehancuran karakternya. Karena dominasi demografi oleh milenial yang merupakan penentu pengendalian atas peradaban baru bangsa ini tidak akan terbendung, maka diperlukan penguatan fondasi nilai yang kita yakini bersama akan menjawab semua tantangan itu.
Basis karakter milenial dengan potensi ekonomi digital dan turunan start up nya adalah bukti dari tatanan kekuatan ekonomi baru dunia yang akan menghabisi seluruh kekuatan konservatif secara sistemik. Dinamisasi yang terjadipun bergerak cepat membawa karakter masyarakat baru yang serba instan dengan pola hidup hedonistik. Tak terkecuali angkatan bersenjata disemua matra yang juga akan terpengaruh dengan perubahan karakter sosial ini. Sebagai benteng pertahanan keamanan TNI jelas tengah berjuang menciptakan karakter-karakter bangsa yang berdaya juang saing. Maka diperlukan sebuah leadership yang kuat dan kreatif untuk mengelola seluruh potensi yang ada dalam diri mereka masing-masing.
Saatnya milenial dan gen Z ditengah gempuran gaya hidup instan dan hedonis memahami tanggung jawabnya untuk memanfaatkan sekaligus menjaga sumber daya alam dan kekayaan alam yang kita miliki saat ini, demi kemakmuran bersama. Semua potensi dan kekayaan alam kita jelas tidak akan bernilai jika generasi millenialnya tidak mengambil peran atau bersikap acuh tak acuh. Sehingga karakter yang unggul sangatlah perlu di tanamkan dalam diri para generasi muda sebab karakter merupakan akar sekaligus cerminan dari budaya sebuah bangsa. Dan membumikan komitmen kebangsaan itu adalah tugas dari setiap anak bangsa dengan mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila, mulai dari Ketuhanan yang Maha Esa sampai Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Nilai Kebangsaan ini bagi generasi jaman now adalah benteng ditengah derasnya hantaman arus globalisasi. Oleh karenanya diperlukan pendidikan karakter yang tujuannya adalah untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Inilah kebutuhan kita ditengah bonus demografi dengan jumlah suku bangsa terbanyak di dunia. Negara ini mempunyai 17 ribu pulau, 513 kabupaten dan kota, 34 Provinsi, 714 suku dengan 1.100 lebih bahasa daerah yang beragam dengan agama yang berbeda.
Mabes TNI Disbintal Angkatan Laut menyadari bahwa pemahaman generasi penerus bangsa terutama pada generasi millenial terkait dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila justru harus dibuktikan dari pembinaan mental prajurit sebagai benteng bangsa yang notabene adalah negara maritim. Diperlukan pembinaan internalisasi nilai-nilai Pancasila untuk membentuk sikap yang berkarakter, yaitu berjiwa peduli sesama, bermoral, mandiri dan jujur serta berjuang demi mencerdaskan kehidupan masyarakat. Demi membangun kekuatan karakter ini TNI Angkatan Laut terus berbenah dalam pembinaan bahkan menguatkan kerjasama dengan Angkatan Laut di level internasional.
Angkatan Laut dihampir seluruh negara dalam menjaga mental spiritual prajuritya dalam melaksanakan tugas sedang berusaha menjalin kerja sama antar chaplain/pembina mental rohani untuk dapat melaksanakan pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam menjaga kondisi mental spiritual prajuritnya. Pada tahun 2022 lalu, TNI AL dengan US 7th Fleet telah melaksanakan Staff Talks 2022 sebagai sarana Confidence Buliding Measures yang salah satu isinya adalah menjalin kerja sama antara Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Disbintalal) dengan US Navy Chaplain dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam memberikan pelayanan agama pada saat ini maupun di masa yang akan datang.
Berlanjut dengan jalinan keria sama dalam pelaksanaan SMEE (Subject Matter Expert Exchange) dengan US Navy dan kunjungan ke US Navy Chaplain – 7th Fleet Religious Ministry Teams (RMT) di Yokosuka Jepang pada tanggal 18 s.d. 22 Januari 2023. Dan sebagai tindak lanjutnya Staff Talks US dan Staff Meeting of the Indonesian Navy dengan The Office of Defense Cooperation US Embassy tanggal 2 Februari 2023, adalah kegiatan Disbintalal di Asia Pasific Chaplain Symposium di Denpasar Bali dengan US Navy Chaplain, dan negara lainnya seperti Australia, Malaysia, Korea selatan, Thailand, Filipina, Banglades, India, Brunei Darussalam dan Saudi Arabia. Diharapkan melalui pelaksanaan kerja sama Disbintal AL dengan US Navy Chaplain, menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam menanamkan karakter luhur dikalangan generasi muda.
Semoga usaha Pembinaan Nilai Karakter Pancasila Disbintal TNI Angkatan Laut ini mampu ikut menopang terbentuknya karakter untuk Generasi Muda Indonesia. Saatnya generasi millennial berkarya dengan sebaik-baiknya, dengan kemampuan berpikir global, berinisiatif yang tinggi, kuat jasmani maupun rohani, empati dan peduli.














Komentar