Pelaut ADIPATI l Kalitbang INDOMARITIM l Direktur Eksekutif TRUST l Presiden SPI l Volunteer INMETA
Menarik apa yang diungkapkan Anis Baswedan dalam debat pertama kandidat calon Presiden 12 Desember ..
Kekuasaan itu lebih dari soal bisnis, kekuasaan lebih dari soal uang, kekuasaan adalah soal kehormatan untuk menjalankan kedaulatan rakyat
Pernyataan salah satu kandidat calon presiden ini dalam debat kandidat selasa malam yang lalu mengingatkan kita bahwa kekuasaan bukan hanya terkait kekayaan materi, namun meliputi tanggung jawab moral dan kehormatan dalam menjalankan kedaulatan rakyat. Kekuasaan melalui sosok pemimpinnya memiliki tanggung jawab untuk mewakili dan memenuhi kebutuhan serta harapan rakyat yang dipimpinnya. Karena esensi kepemimpinan itu sendiri adalah pelayanan dan keadilan melalui semua institusi kekuasaan yang kita sebut pemerintahan.
Salah satu kejadian genting terkait pelayanan institusi negara menyongsong perhelatan besar suksesi presiden RI di 2024 ini adalah disorotnya Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman. Sementara Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga peradilan konstitusi memiliki peran krusial dalam menjaga supremasi hukum dan konstitusi dalam suatu negara. Untuk menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, kemandirian, netralitas, serta integritas MK menjadi prinsip utama yang harus ditegakkan. Namun, dinamika politik dan isu-isu kontroversial, seperti keterlibatan anak presiden dalam kasus hukum yang diperiksa oleh MK, dapat menimbulkan pertanyaan serius terkait independensi lembaga tersebut.
Maka penting untuk kembali mengarahkan bentuk kepemimpinan dan pengelolaan kekuasaan yang berorientasi pada pelayanan publik, kesejahteraan bersama, dan keadilan. Pelayanan publik yang bertanggung jawab dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan dan harapan rakyat harus menjadi fokus utama. Konsep kekuasaan yang bekerja untuk kepentingan rakyat menekankan pada pemberdayaan dan kesejahteraan seluruh masyarakat. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, pemimpin dapat menciptakan lingkungan di mana kekuasaan diarahkan untuk merangsang pertumbuhan inklusif dan memastikan bahwa manfaat pembangunan mencapai setiap warga negara.
Debat kandidat calon presiden yang pertama 12 desember 2023 lalu memperlihatkan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto mendominasi perhatian publik dan terlihat lebih progresif ketimbanng Ganjar Pranowo. Dimana keduanya menunjukkan perbedaan pendapat yang besar dan silang pendapat yang kuat pada sejumlah tema yang dihadirkan dalam perdebatan semalam. Khususnya tema soal hukum, Demokrasi dan HAM. Prabowo sebagai senior dengan pengalaman tiga kali mengikuti perhelatan pemilu Presiden terlihat lebih santai dalam menghadapi debat Capres kali ini. Terbukti, meski mendapat pertanyaan atau pernyataan sensitif, Prabowo tampak tidak terpancing bersikap emosional dan bahkan dapat membalas pernyataan dengan diksi-diksi yang menarik.
Berbeda dengan Ganjar yang meski cukup piawai dalam menyampaikan penjelasan visi-misi, terlihat tidak se-interaktif biasanya dalam percakapan dengan pasangan Capres lainnya. Sehingga beberapa analisis menyimpulkan di Pilpres 2024 nanti akan menjadi pertarungan antara pasangan Anies-Muhaimin dengan Prabowo-Gibran. Mengingat elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud terus dibayangi bahkan di survei terakhir Trust Indonesia pada November lalu sudah mulai disalip oleh pasangan Anies-Muhaimin. Apakah pada debat kedua kandidat calon presiden dan wakilnya di 22 Desember 2023 nanti akan mengubah peta dukungan elektabilitas … Wallahualam








Komentar