Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio: RI Dukung Peran Perempuan di Sektor Maritim

Info Maritim16 Dilihat

London, indomaritim.com – Utusan Khusus Indonesia untuk Organisasi Maritim Internasional (IMO), Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio mengatakan, Indonesia mendukung keterlibatan peran perempuan dalam berbagai sektor maritim.

Dukungan Indonesia itu disampaikan dalam Sidang Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) ke-132 yang berlangsung di Kantor Pusat IMO di London, Inggris, Senin (8/7/2024).

Menurut Prof. Dr. Marsetio yang juga Penasihat Khusus Menteri Bidang Pertahanan dan Keamanan di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, selain mendukung peran perempuan  Indonesia juga menjadi co-sponsor Dokumen C132/15 yang membahas perlindungan jalur pelayaran vital di Selat Malaka dan Singapura (Protection of Vital Shipping Lanes, Developments in the Cooperative Mechanism for the Straits of Malacca and Singapore). Indonesia menjadi co-sponsor bersama Malaysia, dan Singapura.

Pada sidang yang dipimpin Victor Jimenez Fernandez dari Spanyol itu dibahas berbagai agenda, seperti Strategi, Perencanaan, dan Reformasi IMO, Manajemen Sumber Daya IMO, Anggaran 2025-2026, Skema Audit Negara Anggota IMO, dan Laporan beberapa sidang komiter IMO sebelumnya.

Ketua Delegasi Indonesia ke IMO, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Captain Antoni Arif Pribadi pada kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia juga menjadi co-sponsor dokumen C132/16 (d)/1 External Relations, IMO Awards, Improving the recognition of women contributing to the work of the Organization.

Dokumen tersebut berisi nominasi calon penerima International Maritime Prize tahun 2023 dan IMO Honors for Exceptional Bravery at Sea tahun 2024, dan penghargaan tahun 2024. Dalam sidang IMO yang berlangsung 8-12 Juli tersebut, Indonesia juga menjadi co-sponsor Dokumen C132/21/3: Supplementary Agenda Items, if Any (d) Consideration of the Recognition, Observance and Designation of Eid al Fitr and Eid al-Adha as official holidays at IMO.

Menurut Antoni, Indonesia juga melaksanakan beberapa agenda di sela-sela sidang, antara lain depositori Instrumen Ratifikasi Amendemen Konvensi IMO, 2021 serta melaksanakan promosi pengusulan Particularly Sensitive Sea Area (PSSA) Selat Lombok.

Komentar