Ambon, indomaritim.com– Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon memfasilitasi pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang digelar Bank Indonesia guna menjangkau distribusi uang rupiah ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Provinsi Maluku.
Wakil Komandan Kodaeral IX Laksma TNI Dr Muhammad Risahdi di Ambon, Rabu, mengatakan dukungan TNI AL dalam ekspedisi tersebut merupakan bentuk sinergi strategis dengan Bank Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara melalui pemerataan distribusi rupiah hingga ke wilayah kepulauan.
“Melalui dukungan unsur KRI, kami memastikan distribusi rupiah dapat menjangkau masyarakat di pulau-pulau 3T yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur,” katanya.
Ia menjelaskan, KRI Dorang-874 yang merupakan unsur Satuan Kapal Patroli Kodaeral IX dikerahkan untuk mengangkut tim ekspedisi yang terdiri dari personel Bank Indonesia, tim bakti sosial kesehatan, serta pendukung lainnya.
Kapal perang yang dikomandani Letkol Laut (P) Eko Hadi Suwarno tersebut akan menjalani misi pelayaran selama delapan hari, mulai 29 April hingga 6 Mei 2026, dengan rute enam pulau 3T di Maluku, yakni Pulau Kur, Pulau Teor, Pulau Kesui, Pulau Seram, Pulau Buru, dan Pulau Manipa.
Menurut Risahdi, keterlibatan TNI AL dalam ERB tidak hanya mendukung distribusi uang, tetapi juga membawa misi sosial kepada masyarakat pesisir melalui pelayanan kesehatan dan edukasi kebangsaan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Maluku, Dhita Aditiya Nugraha mengatakan ERB merupakan komitmen Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“ERB menjadi bukti nyata implementasi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Mata Uang, di mana Bank Indonesia bertugas menyediakan uang rupiah dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, dan kondisi layak edar di seluruh wilayah NKRI,” ujar dia.
Ia menambahkan, kegiatan ERB juga bertujuan memperluas jangkauan distribusi uang, mempercepat penarikan uang tidak layak edar (clean money policy), serta menegaskan rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa.
Pada 2026, ERB ditargetkan menjangkau 115 pulau di Indonesia, dengan pelaksanaan di Maluku berlangsung pada 29 April hingga 6 Mei 2026.
Selain penukaran uang, rangkaian kegiatan ERB di Maluku juga mencakup edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi bela negara oleh TNI AL, edukasi kesiapsiagaan bencana pesisir, serta program kemitraan bersama masyarakat setempat.
Dhita berharap, pelaksanaan ERB di Maluku dapat menjaga ketersediaan uang layak edar, mendukung aktivitas perekonomian daerah, serta meningkatkan pemahaman masyarakat dalam merawat dan menggunakan rupiah secara bijak. (Ant)















Komentar