Dilema Buruh: Penggerak Utama Roda Ekonomi, Ancaman PHK Terus Menghantui

Berita, Nasional65 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini tidak hanya menjadi momentum apresiasi, tetapi juga pengingat atas berbagai persoalan serius yang masih dihadapi pekerja di Indonesia. Hal itu mulai dari upah yang belum layak hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sari Yuliati, menyampaikan penghargaan kepada para pekerja atas kontribusi besar mereka dalam pembangunan nasional. Namun, ia menegaskan bahwa apresiasi tersebut harus diiringi dengan langkah nyata dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang terus berulang.

“Pekerja (buruh) adalah penggerak utama roda ekonomi. Namun kita tidak bisa menutup mata bahwa masih banyak yang menghadapi tekanan, baik dari sisi upah yang belum mencukupi kebutuhan hidup layak maupun meningkatnya risiko PHK,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (01/05/2026).

Sari menyoroti pentingnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pekerja, terutama dalam menjamin upah yang adil dan perlindungan kerja yang memadai. Ia juga menekankan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap praktik ketenagakerjaan yang merugikan pekerja, sistem kerja yang tidak pasti dan minim jaminan sosial.

Selain itu, isu gelombang PHK di sejumlah sektor menjadi perhatian serius. DPR RI mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas lapangan kerja serta memastikan adanya perlindungan bagi pekerja terdampak.

“Jangan sampai pekerja menjadi pihak yang paling dirugikan dalam situasi ekonomi yang menantang. Negara harus hadir memastikan ada perlindungan dan solusi,” tegas legislator Dapil Nusa Tenggara Barat II

Dalam momentum Hari Buruh ini, ia juga mengajak Pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja untuk memperkuat dialog dan mencari solusi bersama demi menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi refleksi bahwa perjuangan pekerja belum usai, dan komitmen kolektif masih sangat dibutuhkan untuk memastikan keadilan sosial benar-benar terwujud di dunia kerja.

“Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Semoga kerja keras para pekerja hari ini benar-benar berbuah pada kehidupan yang lebih layak, aman, dan sejahtera,” tutup Politisi Fraksi Partai Golkar ini. (As)

Adv Banner

Komentar