Burung Nuri dan Tanduk Rusa Diselundupkan

Berhasil digagalkan petugas Kodaeral IX Ambon

Ambon, indomaritim.com– Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon menggagalkan upaya penyelundupan satwa liar dilindungi dan tanduk rusa saat pengamanan embarkasi di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon.

Komandan Kodaeral IX Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Ambon, Senin, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula saat petugas melakukan pemeriksaan rutin barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray di area pelabuhan.

“Petugas mencurigai sebuah paket milik salah satu penumpang. Setelah dilakukan pemeriksaan manual secara mendalam, ditemukan dua ekor burung jenis nuri serta dua buah tanduk rusa yang diduga akan diselundupkan melalui jalur laut,” katanya seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku dan instansi terkait sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah pelabuhan sekaligus mendukung pelestarian satwa dilindungi dari praktik perdagangan ilegal.

Menurut dia, pengamanan difokuskan pada kedatangan dan keberangkatan KM Labobar yang melayani rute pelayaran antarpulau dan saat itu sedang bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Seluruh barang bukti kemudian disita dan diamankan ke Kantor BKSDA Maluku untuk diproses sesuai ketentuan perundang-undangan terkait perlindungan satwa liar.

Ia menegaskan pengawasan di pelabuhan akan terus diperketat guna mencegah praktik penyelundupan satwa maupun barang terlarang lainnya melalui transportasi laut.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait untuk menjaga keamanan pelabuhan serta memastikan tidak ada perdagangan ilegal satwa dilindungi yang merusak ekosistem,” ujarnya.

Ia menambahkan pelestarian satwa dilindungi penting dilakukan karena keberadaan satwa liar memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati. Perdagangan ilegal satwa, kata dia, dapat mengancam populasi hewan endemik hingga memicu kepunahan.

“Jika satwa dilindungi terus diburu dan diperdagangkan secara ilegal, maka keseimbangan alam akan terganggu dan berdampak pada lingkungan maupun kehidupan manusia di masa depan,” katanya.

Meski ditemukan upaya penyelundupan, kondisi di area dermaga Pelabuhan Yos Sudarso secara umum terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tim gabungan juga terus melakukan pengawasan untuk menjamin kelancaran arus penumpang sekaligus mencegah keluar masuknya barang ilegal melalui jalur laut. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar