RI Pastikan Keselamatan WNI yang Diculik Israel

KBRI Amman siapkan langkah antisipatif

Internasional44 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa pihaknya terus memastikan keselamatan para warga negara Indonesia (WNI) peserta Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza yang terdampak pencegatan oleh pasukan Zionis Israel.

“Kemlu RI via Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka,” ucap Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resmi, dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Disampaikan Jubir Yvonne, saat ini diketahui sekurangnya sepuluh kapal telah dicegat pasukan Zionis di perairan Siprus, bagian timur Laut Mediterania, pada Senin pagi waktu setempat. Kapal-kapal tersebut antara lain “Amanda”, “Barbaros”, “Josef”, dan “Blue Toys”.

“Di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang WNI atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) – Rumah Zakat,” kata dia.

Sementara itu, menurut informasi GPCI, komunikasi masih terus diupayakan dengan kapal yang membawa jurnalis Republika Bambang Noroyono, untuk memastikan status dari kapal tersebut serta para penumpang di dalamnya.

Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi, kata Yvonne.

Komunikasi saat ini masih dijalin antara Kemlu RI dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI yang diculik Zionis Israel.

Pihaknya, kata dia, juga terus mempersiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitas perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan.

“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” demikian Jubir Kemlu RI.

Indonesia juga menyerukan agar otoritas Zionis agar menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan yang menjadi hak rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, ujarnya.

“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ucap Yvonne.

Adapun Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menyampaikan bahwa sekelompok WNI yang terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua jurnalisnya Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, terkena intersepsi Israel.

Menurut informasi yang disiarkan Republika, intersepsi terhadap armada Global Sumud Flotilla terjadi di perairan Siprus sekitar 200 mil laut dari Gaza. Bambang diketahui menaiki kapal “Boralize”.

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar