Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Israel Terus Dipantau

Menlu RI koordinasi dengan negara negara sahabat yang warganya juga ditangkap Zionis Israel

Nasional24 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono memastikan Indonesia telah berkoordinasi dengan perwakilan RI di Timur Tengah serta negara-negara sahabat yang warga negaranya berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla (GSF) yang diserang Israel.

Koordinasi intensif tersebut, kata dia, ditempuh demi memastikan keselamatan 9 warga negara Indonesia yang terkonfirmasi diculik oleh Israel yang menyergap konvoi pelayaran kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut pada awal pekan ini.

“Kami meminta tolong kepada rekan-rekan kita, pertama, (negara) yang warga negaranya mengalami nasib serupa, kemudian dengan rekan-rekan kita di Yordania dan Turki,” kata Sugiono saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, komunikasi intensif terus dilakukan Kemlu RI dengan rekan-rekan di Kemlu Yordania dan Kemlu Turki untuk mengetahui kondisi para WNI yang diculik pasukan Zionis.

Terlebih, karena tidak memiliki hubungan langsung, Indonesia memerlukan bantuan perantaraan dari negara sahabat yang memiliki akses lebih dekat dengan Israel, kata dia.

“Sejauh ini, informasi yang kami terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas,” ucap dia.

Menlu pun mengapresiasi semangat dari para WNI serta relawan sedunia dalam Global Sumud Flotilla yang telah mewakili keinginan masyarakat dunia membantu masyarakat Palestina yang menderita di bawah penindasan Zionis.

“Hal tersebut mencerminkan suatu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, dan di Gaza pada khususnya,” kata dia.

“Kita doakan semoga kondisi mereka baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” demikian Sugiono.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu mengonfirmasi seluruh 9 WNI yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka.

Adapun di antara 9 WNI yang diculik Israel tersebut turut serta tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Indonesia mengutuk keras tindakan militer Zionis Israel yang mencegat kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawannya yang mencakup sejumlah WNI.

Situasi tersebut juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim Zionis untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar