Mataram, indomaritim.com – Tim SAR gabungan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pencarian terhadap dua anak yang dilaporkan hilang di kawasan Pantai Ampenan, ketika sedang mandi.
“Pencarian dilakukan menggunakan drone thermal untuk memetakan area yang sulit dijangkau secara visual. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram Bustanil di Mataram, Sabtu.
Ia mengatakan Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian intensif terhadap dua orang warga Ampenan yang dilaporkan hilang terseret ombak.
Kedua peristiwa nahas tersebut terjadi hampir bersamaan pada Jumat (29/5) korban pertama diketahui bernama Pietro Alesandro Seda (13) yang dilaporkan hilang saat berenang di kawasan Pantai Skip.
Sedangkan korban kedua adalah Anindita Mantika Muslim (9) seorang anak perempuan yang hanyut di Pantai Karang Buyuk yang tidak jauh dari lokasi kejadian pertama.
Setelah menerima laporan dari pihak kepolisian, Kantor SAR Mataram langsung memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian.
Dilengkapi dengan peralatan, mulai dari perahu karet, kendaraan operasional, peralatan medis, alat komunikasi, hingga drone thermal.
“Upaya pencarian langsung dilakukan sejak Jumat sore hingga tengah malam,” katanya.
Ia mengatakan tim rescue menyisir permukaan air menggunakan perahu karet, melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Ampenan hingga pemantauan melalui udara menggunakan drone thermal. Namun, hingga malam berganti, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Hari ini (Sabtu) area pencarian diperluas, baik penyisiran di laut menggunakan perahu karet maupun penyisiran darat di sepanjang garis pantai,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto membenarkan adanya dua peristiwa orang hanyut yang terjadi hampir bersamaan di wilayah hukumnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di Pantai Skip, Pietro saat itu sedang mandi bersama delapan temannya. Namun beberapa saat kemudian ombak besar datang dan menyeret mereka ke arah tengah laut.
“Seluruh teman korban berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai,”katanya.
Sementara itu, di Pantai Karang Buyuk, korban Anindita dilaporkan sedang bermain di tepi pantai sebelum tiba-tiba diterjang ombak besar yang menyeretnya ke laut.
“Kami telah menghubungi Tim SAR untuk membantu proses pencarian dan kami berharap kedua korban segera bisa ditemukan,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama saat kondisi ombak sedang tinggi dan cuaca kurang bersahabat.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berada di lokasi dan terus menyisir area sekitar Pantai Ampenan demi menemukan Pietro dan Anindita.














Komentar