Di Natuna, Sampah Kayu dari Pantai Dioleh Jadi Kerajinan Tangan

Sampah diolah jadi gantungan kunci, hiasan dinding, dan panjangan

Daerah113 Dilihat

Natuna, indomaritim.com – Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna, Kepulauan Riau mengolah sampah kayu yang hanyut di pinggir pantai menjadi kerajinan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Danlanud RSA Natuna Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi di Natuna, Sabtu, mengatakan pihaknya bersama Kejaksaan Negeri, Kantor SAR, BMKG, media dan masyarakat memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di lingkungan Lanud RSA Natuna.

Peringatan itu, kata dia, dilakukan dengan membersihkan sampah yang berserakan di pantai. Sampah yang terkumpul dipilah. Sampah plastik dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sementara sampah kayu dimanfaatkan menjadi kerajinan bernilai guna.

“Pendekatan edukatif melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah merupakan salah satu bentuk penerapan konsep ekonomi sirkular yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ucapnya seperti dikutip Antara.

Pada kegiatan itu, sampah kayu yang terkumpul dibawa ke Lanud RSA, kemudian diolah menjadi kerajinan seperti gantungan kunci, hiasan dinding, hingga panjangan untuk menghiasi ruangan.

Komandan Lanud RSA melibatkan para peserta kegiatan dalam pengolahan sebagai upaya edukasi guna meningkatkan keterampilan dan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan.

Dalam kegiatan tersebut, Komandan Lanud RSA Natuna juga memamerkan berbagai hasil karyanya selama bertugas di Natuna sebagai contoh dan inspirasi bagi para peserta.

Menurut dia, kegiatan itu menjadi wujud kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat sinergi antara TNI AU, instansi pemerintah, lembaga vertikal, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan pantai yang merupakan salah satu aset penting Kabupaten Natuna.

“Melalui kreativitas dan sentuhan seni, material yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi produk UMKM yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” katanya. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar