Manila, indomaritim.com – Dinas Penjaga Pantai Filipina (PCG) pimpinan Laksamana Ronnie Gil Gavan mengagas pendirian Forum Penjaga Pantai ASEAN (ACF) di bawah keketuaan Filipina dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun ini.
Dalam pernyataan yang disiarkan, Jumat (5/6), PCG memastikan bahwa kerangka acuan yang akan menjadi dasar bagi mandat, cakupan, struktur organisasi, dan arah ke depan ACF telah ditetapkan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi ke-5 ACF pada 3–4 Mei lalu.
“Pertemuan tersebut juga mengadopsi deklarasi bersama untuk mendukung pendirian dan pengakuan institusional ACF serta menyepakati supaya Filipina, sebagai pemegang keketuaan ASEAN, menyampaikan makalah konsep dan deklarasi bersamanya kepada KTT ASEAN,” kata pernyataan PCG seperti dikutip Antara.
ACF mengakui pernyataan bersama pemimpin Asia Tenggara dalam KTT ke-48 ASEAN Mei lalu, yang mendukung deklarasi kerja sama maritim untuk memajukan kerja ACF.
“Kemajuan yang tercapai dalam Pertemuan Tingkat Tinggi ke-5 ACF mencerminkan komitmen bersama negara-negara ASEAN guna mencapai tatanan maritim yang aman, terjamin, dan berbasis aturan di kawasan,” ucap PCG.
Lebih lanjut, delegasi dalam pertemuan tersebut sepakat menjadikan ACF sebagai badan di bawah Pertemuan Pejabat Senior (SOM) ASEAN menjelang pendirian resmi ACF di bawah kerangka ASEAN.
“Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama maritim yang konkret di antara Dinas Penjaga Pantai dan Dinas Penegakan Hukum Maritim se-ASEAN melalui dialog, saling berbagi informasi, pengembangan kapasitas, dan koordinasi operasional dalam mengatasi tantangan maritim di kawasan,” kata badan Filipina itu.
Dalam pertemuan yang sama, masing-masing delegasi juga mengusulkan kegiatan ACF di masa mendatang serta inisiatif dukungan dari Kantor PBB untuk urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) dan proyek Akademi Keamanan Maritim Korea-ASEAN dari Dinas Penjaga Pantai Korea.
Adapun Pertemuan Tingkat Tinggi ke-5 ACF dihadiri oleh delegasi dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. (RR)












Komentar