Israel Bom Beirut, Iran Ancam Balas Serang Israel

Internasional129 Dilihat

Istanbul, indomaritim.com – Pejabat keamanan tinggi Iran memperingatkan akan ada balasan atas serangan yang dilakukan rezim zionis Israel terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, karena Teheran tidak akan menoleransi hal tersebut.

“Balasannya akan datang,” kata sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, sebagaimana disiarkan Press TV, Minggu seperti dikutip Antara.

Ia menyampaikan bahwa “persatuan seluruh front telah menciptakan rantai keamanan dalam pertahanan kawasan”.

“Lebanon adalah bagian dari kehidupan kami, dan pelanggaran terhadap garis merah Republik Islam tidak akan ditoleransi,” ujarnya.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim sempat melaporkan bahwa seluruh penerbangan menuju dan dari bandara-bandara di wilayah barat Iran dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut dengan alasan “kondisi saat ini”.

Namun, kantor berita Mehr, mengutip juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Majid Akhavan, kemudian membantah laporan tersebut.

Akhavan menyatakan bahwa kabar mengenai pembatalan penerbangan di wilayah barat Iran tidak berdasar.

Menurut dia, tidak ada Notice to Airmen (NOTAM) baru yang diterbitkan untuk menutup wilayah udara atau menghentikan lalu lintas penerbangan di kawasan tersebut.

Sebelumnya, pesawat tempur Israel menggempur kawasan pinggiran selatan Beirut pada Minggu pagi. Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya, meskipun gencatan senjata masih berlaku.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik serangan tersebut dan mengatakan bahwa serangan itu “seharusnya tidak terjadi” ketika AS dan Iran sedang mendekati kesepakatan damai.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut dijadwalkan untuk ditandatangani pada Minggu.

Iran sendiri telah menyerukan penghentian perang di seluruh front, termasuk di Lebanon, sebagai bagian dari setiap kesepahaman dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari. Konflik tersebut saat ini berada dalam masa gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April 2026. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar