China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran

Internasional37 Dilihat

Beijing, 16/6 (ANTARA) – Pemerintah China mendukung kesepakatan damai yang dicapai Amerika Serikat dan Iran, sekaligus membuka kembali lalu lintas perairan di Selat Hormuz.

“China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran yang sama-sama sepakat untuk mendatangani dokumen nota kesepahaman tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi Pakistan,” kata Juru Bicara Kementerian China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (14/6) mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan menyatakan Selat Hormuz terbuka karena blokade Angkatan Laut AS sudah dicabut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!” tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.

“Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat,” tambahnya.

Namun, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaan langkah-langkah tersebut dalam pernyataannya.

“Kami berharap dokumen tersebut akan ditandatangani sesuai dengan jadwal yang disepakati dan semua pihak terkait akan tetap berkomitmen pada solusi damai dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi,” tambah Lin Jian.

China, kata Lin Jian, siap bergabung dengan komunitas internasional dalam memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah, serta kawasan Teluk sesegera mungkin.

Mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, Lin Jian menyebut memulihkan stablitas di sekitar Selat Hormuz berarti memenuhi kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional.

“Kami juga mencatat bahwa dalam teks nota kesepahaman tahap pertama negosiasi antara Iran dan AS pun mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Kami berharap selat tersebut akan kembali aman untuk lalu lintas bebas dalam waktu dekat,” ungkap Lin Jian.

Lin Jian menyatakan pihaknya siap untuk menjaga komunikasi dengan negara-negara regional dan komunitas internasional mengenai isu-isu terkait.

Namun, ia tidak menjelaskan apakah China terlibat langsung untuk mewujudkan kesepakatan antara AS dan Iran tersebut.

“Sejak pecahnya konflik, China telah bekerja tanpa lelah untuk mengakhiri perang dan mewujudkan perdamaian. Presiden Xi Jinping mengajukan empat usulan tentang keamanan dan peningkatan perdamaian maupun stabilitas di Timur Tengah,” tambah Lin Jian.

Menurut Lin Jian, usulan China tersebut telah memainkan peran penting dalam membangun konsensus global dan mendapat pengakuan luas dari negara-negara di kawasan dan komunitas internasional.

“Dengan berpedoman pada semangat usulan tersebut dan menjunjung tinggi keadilan, China, sebagai negara besar yang bertanggung jawab, akan terus memberikan kontribusi untuk mewujudkan perdamaian abadi di Timur Tengah,” ungkap Lin Jian seperti dikutip Antara.

Pemerintah Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi dalam siaran langsung televisi Iran mengatakan penandatanganan kesepakatan dengan AS tersebut akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6).

Gharibabadi memastikan bahwa kesepakatan damai AS-Iran mencakup diakhirinya operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, juga mulai malam Senin.

Iran juga akan menegaskan kembali komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir.

Meski begitu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran tidak mengikat bagi Israel. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar