Moskow, indomaritim.com – Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa, mengatakan pertahanan udara negara itu mencegat dan menghancurkan 172 drone Ukraina dalam semalam di beberapa wilayah negara itu, serta di atas Laut Azov dan Laut Hitam.
Serangan itu mencakup serangan pesawat tak berawak skala besar yang menargetkan wilayah Moskow.
Menurut Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin, pasukan pertahanan udara telah menembak jatuh 60 pesawat tak berawak Ukraina yang mendekati ibu kota sejak pagi hari.
Berdasarkan angka resmi yang dirilis oleh Sobyanin, serangan terbaru itu termasuk di antara serangan drone terbesar di Moskow tahun ini.
Serangan terbesar sebelumnya terjadi pada 17 Mei, ketika otoritas Rusia menyatakan 81 drone yang menuju Moskow berhasil dicegat.
Pertahanan udara juga dilaporkan menghancurkan 38 drone pada 16 Mei dan 61 drone pada 7 Mei.
Dikutip dari Antara, Sobyanin mengatakan sebuah fasilitas di Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan dalam serangan yang masih berlangsung tersebut.
Ia belum merinci tingkat kerusakan maupun dampaknya terhadap operasional kilang.
Di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, otoritas setempat melaporkan kebakaran di fasilitas penyimpanan minyak di desa Poltavskaya setelah puing drone yang ditembak jatuh menimpa lokasi tersebut.
Kementerian Situasi Darurat Rusia juga melaporkan sebuah bangunan permukiman di Kota Elektrostal, sebelah timur Moskow, mengalami kerusakan akibat serangan itu.
Belum ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
Melalui Telegram, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi serangan terhadap kilang minyak tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari “sanksi jarak jauh”. (HAA)











Komentar