Trump: Bila Tidak Damai, Iran Bisa Dibom Selama Dua Tahun

Internasional142 Dilihat

Washington, indomaritim.com – Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran mencegah negara itu menghadapi serangan lanjutan dari AS hingga dua tahun.

“Jika kami tak membuat kesepakatan ini, kami bisa saja menjatuhkan lebih banyak bom selama dua minggu, tiga minggu, empat minggu, bahkan hingga dua tahun,” kata Trump dalam konferensi pers, Rabu (17/6) seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan tanpa kesepakatan tersebut, Selat Hormuz tidak akan kembali dibuka.

Ia juga mengeklaim bahwa pasar akan terus merosot ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, bukan justru menguat seperti saat ini.

“Orang-orang yang sok jagoan tak menyadari bahwa ini bukan kesepakatan yang disusun dalam tiga bulan. Ini membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kalian tahu kenapa? Karena sayalah yang membunuh Jenderal Soleimani,” kata Trump.

Qasem Soleimani adalah Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang tewas dalam serangan AS.

Menurut Trump, jika Soleimani tidak tewas, kesepakatan damai dengan Iran mungkin tidak akan pernah tercapai.

Trump juga mengatakan bahwa tanpa kesepakatan damai, Iran berisiko menghadapi bencana ekonomi dan ia tidak ingin hal itu terjadi.

Pada 14 Juni, Iran dan AS mengonfirmasi bahwa penyusunan nota kesepahaman (MoU) perdamaian telah rampung. Dokumen itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6).

MoU itu memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS.

Pada Rabu, Trump juga mengatakan dirinya mungkin akan tetap berada di Eropa untuk menghadiri penandatanganan MoU tersebut. (HAA)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar