Jakarta, indomaritim.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggarap peluang pertumbuhan pembangunan dan renovasi rumah di kawasan permukiman padat perkotaan melalui penguatan layanan beton siap pakai skala kecil.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan kebutuhan pembangunan hunian, renovasi rumah, dan pengembangan properti di kawasan perkotaan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan di segmen ritel bahan bangunan.
“Sebagai pemain utama di industri bahan bangunan, SIG terus menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang semakin beragam,” kata Vita dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut Antara, pertumbuhan kawasan penyangga perkotaan, kebutuhan hunian baru, serta tren renovasi properti eksisting mendorong peningkatan permintaan beton siap pakai skala kecil dan menengah.
SIG melalui unit bisnis PT Solusi Bangun Beton mengembangkan layanan MiniMix, armada truk pengantar beton berukuran kecil untuk menjangkau area permukiman padat dengan akses jalan terbatas yang tidak dapat dilalui truk mixer konvensional.
Armada pengantar memiliki dimensi lebar 2,2 meter, tinggi 3,2 meter, dan panjang 6,4 meter.
Vita mengatakan layanan tersebut memungkinkan beton siap pakai menjangkau proyek pembangunan dan renovasi rumah di kawasan perkotaan yang membutuhkan efisiensi dan kepraktisan.
Saat ini, PT Solusi Bangun Beton mengoperasikan 42 armada yang melayani Jakarta, Bandung, Cianjur, Yogyakarta, Surabaya, dan sekitarnya.
Operasional layanan tersebut didukung 30 batching plant yang tersebar di Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Perseroan optimistis layanan tersebut dapat menjangkau lebih banyak pelanggan sekaligus mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis beton siap pakai secara berkelanjutan.
Sebelumnya, SIG mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 380 persen menjadi Rp46 miliar dari Rp10 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif hingga Mei 2026 (year-to-date/YTD), perseroan mengantongi laba bersih Rp152 miliar setelah pada periode yang sama tahun lalu masih membukukan kerugian.
Perbaikan kinerja tersebut berkaitan dengan transformasi model bisnis yang dijalankan perusahaan termasuk efisiensi operasional, optimalisasi proses bisnis, penguatan fundamental perusahaan, serta peningkatan profitabilitas dan daya saing. (Edo)








Komentar