PT PAL Indonesia Dukung Ketahanan Energi via Proyek Gas Mako

Ekonomi30 Dilihat

Surabaya, indomaritim.com – PT PAL Indonesia resmi menandatangani kontrak kerja sama ‎dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pelaksanaan proyek ‎Engineering, Procurement, Construction and Transportation (EPCT) Conductor ‎Support Frame (CSF) pada Proyek Pengembangan Mako di Wilayah Kerja Duyung, ‎Laut Natuna, Kepulauan Riau.‎

Menurut Antara, dalam kerja sama ini WNEL menunjuk PT PAL Indonesia sebagai kontraktor utama ‎yang bertanggung jawab atas pekerjaan rekayasa, pengadaan material, konstruksi, ‎hingga transportasi struktur Conductor Support Frame yang akan menjadi bagian ‎dari infrastruktur produksi Lapangan Gas Mako.‎

“Kepercayaan ini menunjukkan kapabilitas rekayasa dan manufaktur yang selama ini dikembangkan PT PAL untuk menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur eksploitasi gas lepas pantai,” kata General Manager Sales & Marketing PT PAL Indonesia Aris Wacana Putra di Surabaya, Senin.

Aris ‎mengatakan kontrak ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas ‎pasar komersial sekaligus memperkuat peran industri nasional dalam mendukung ‎pengembangan sektor energi.

Selain memperluas portofolio bisnis perusahaan, kata dia, proyek ini juga menjadi kontribusi nyata industri nasional dalam mendukung penguatan ketahanan energi Indonesia.

Proyek Mako sendiri merupakan salah satu proyek pengembangan lapangan gas strategis nasional yang telah melalui milestone Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026.

Berlokasi di Laut Natuna, proyek ini akan menjadi sumber pasokan gas domestik yang penting untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Keterlibatan PT PAL dalam proyek ini menandai perluasan kompetensi perusahaan dari sektor perkapalan dan pertahanan menuju industri energi lepas pantai dan tidak menutup kemungkinan akan ada perluasan bisnis di wilayah kerja Duyung.

Pengalaman dalam pembangunan kapal perang, kapal niaga, dan berbagai platform maritim dinilai memberikan fondasi yang kuat untuk memenuhi kebutuhan konstruksi struktur offshore bagi industri hulu minyak dan gas.

Kepercayaan terhadap pelaksanaan Proyek Mako didukung oleh rekam jejak perusahaan dalam mengerjakan berbagai proyek offshore oil dan gas sejak 2005.

Beberapa proyek yang berhasil diselesaikan antara lain EPC Zelda Platform (CNOOC SES Ltd), EPCI Wellhead Platform Ujung Pangkah (Amerada Hess), dan EPC KE-32 Platform (Kodeco Energy).

Kemudian juga EPCI Wellhead Platform Wortel dan EPC Wellhead Platform Peluang (Santos Pty Ltd), EPC Jacket Bukit Tua (Petronas), EPCI Gas Compressor, serta EPCI Platform Madura BD.

Menurut Aris, proyek ini akan mampu mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional sekaligus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendorong partisipasi rantai pasok lokal melalui keterlibatan berbagai industri pendukung nasional.

PT PAL menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai standar kualitas, keselamatan, dan jadwal yang telah ditetapkan dengan dukungan transformasi digital berbasis Industri Maritim 4.0 (IM4). (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar