Iran Tolak Klaim Pencairan Dana untuk Beli Produk Pertanian AS

Internasional109 Dilihat

Istanbul, indomaritim.com – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf, yang memimpin tim negosiasi negaranya, pada Kamis menolak klaim Amerika Serikat bahwa aset Teheran yang dibekukan dan telah dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian Amerika.

“Amerika secara keliru mengklaim bahwa aset kami yang dicairkan akan digunakan untuk membeli produk pertanian mereka,” tulis Qalibaf di platform media sosial X seperti dikutip Antara.

“Satu-satunya tanaman yang kami petik adalah apa yang Anda tanam sendiri: puluhan tahun ketidakpercayaan. Panen itu alami, melimpah, dan hasil pertanian dalam negeri,” tambahnya.

Qalibaf juga mengkritik rekam jejak perdagangan dan politik Washington. Menurutnya, Amerika Serikat “hanya mengekspor kedelai GMO (hasil rekayasa genetika), janji-janji yang dilanggar, dan omong kosong.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu (24/6) mengatakan bahwa tahap awal pelonggaran finansial bagi Teheran akan melibatkan sekitar 500 juta dolar AS dalam bentuk barang-barang Amerika.

Trump menegaskan bahwa tidak akan ada uang tunai yang diberikan langsung kepada Teheran. Sebaliknya, Washington akan menggunakan dana Iran yang berada di bawah pengawasan untuk membayar petani Amerika atas ekspor produk seperti jagung dan gandum.

“Iran sangat membutuhkan makanan, dan kami akan membelikannya untuk mereka secara eksklusif dari Amerika Serikat,” kata Trump.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada Rabu bahwa Amerika Serikat akan mengawasi pencairan dana Iran yang dibekukan di kawasan Teluk berdasarkan kesepakatan Iran-AS yang dicapai di era Trump.

“Setiap dana yang diterima Iran pada tahap awal akan digunakan untuk kepentingan rakyat Iran. Itu akan menjadi dana beku Iran,” ujar Bessent.

Ia menambahkan bahwa pencairan dana pertama kemungkinan akan dilakukan melalui Qatar, dan pejabat Kementerian Keuangan AS akan berada di Doha untuk mengawasi penggunaan dana tersebut.

Menurut Bessent, persentase yang sangat besar dari dana itu akan digunakan untuk membeli bahan pangan dan obat-obatan dari Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa Washington akan mengalirkan kembali dana tersebut ke produk-produk Amerika melalui pengawasan Kementerian Keuangan AS di Timur Tengah.

Komentar-komentar tersebut muncul di tengah perdebatan yang masih berlangsung mengenai pelaksanaan kesepahaman terbaru antara Iran dan Amerika Serikat, yang mencakup ketentuan mengenai pelonggaran sanksi dan pencairan aset Iran yang dibekukan.

Kesepakatan yang dimediasi oleh Pakistan itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump. (RR)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar