Kuala Lumpur, indomaritim.com – Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menekankan pentingnya dialog dan kepatuhan terhadap hukum internasional dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional termasuk Laut China Selatan.
PM Anwar mengatakan Malaysia telah mempertahankan keterlibatan yang berarti dengan China meskipun ada sengketa maritim di Laut China Selatan.
“Secara pribadi, saya tidak memiliki fobia terhadap potensi ancaman di Laut China Selatan. Ya, memang ada masalah, tetapi sejauh ini posisi dan pengalaman Malaysia, bisa dibilang, merupakan pertukaran yang bermakna dengan China,” kata Anwar Ibrahim dalam diskusi Pertemuan Meja Bundar Asia-Pasifik ke-39 (APR) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis seperti dikutip dari Antara.
Dia menolak anggapan bahwa konflik di Laut China Selatan tidak dapat dihindari. Anwar menekankan bahwa dialog, saling percaya, dan kepatuhan terhadap hukum internasional menjadi sangat penting untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
“Saya sudah membicarakannya dengan Presiden (China) Xi Jinping, dengan Perdana Menteri (China) Li Qiang; tetapi hubungan kami sangat baik. Tidak ada satu pun pertanyaan atau isu besar yang dapat menyebabkan ketegangan,” tambahnya.
China telah menyatakan dukungan terhadap Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut (UNCLOS) dan negosiasi yang sedang berlangsung mengenai Kode Etik ASEAN-China di Laut China Selatan, katanya. Hal itu terus memandu upaya menuju penyelesaian sengketa secara damai.
Anwar juga mengingatkan agar tidak terlalu fokus pada narasi yang terlalu berpusat pada prospek perang di kawasan tersebut. Menurut dia, ASEAN harus tetap berkomitmen pada diplomasi.
Malaysia bersama dengan ASEAN menyatakan akan terus mengadvokasi reformasi lembaga multilateral global, termasuk PBB dan Organisasi Perdagangan Dunia.
Kemampuan ASEAN untuk menjaga perdamaian selama beberapa dekade, katanya, didukung oleh hubungan erat di antara para pemimpinnya, yang secara teratur berkomunikasi langsung untuk menyelesaikan perbedaan sebelum perbedaan tersebut meningkat.
Terkait isu perbatasan Kamboja-Thailand, Anwar menyambut baik komitmen kedua negara untuk melanjutkan negosiasi dan menggambarkan banyak sengketa perbatasan di kawasan itu sebagai warisan sejarah dari era kolonial.
Dia yakin dialog berkelanjutan dan rasa saling percaya pada akhirnya akan memungkinkan kedua belah pihak untuk mencapai penyelesaian damai. (HAA)














Komentar