Pekanbaru, indomaritim.com – Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor di Provinsi Riau periode Januari-Mei 2026 mencapai 8,60 miliar dolar AS atau naik 5,58 persen dibandingkan periode sama 2025.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan peningkatan ekspor itu disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonminyak bumi dan gas sebesar 9,37 persen dari 7,55 miliar dolar AS menjadi 8,25 miliar dolar AS. Sedangkan, ekspor migas turun 42,83 persen, yaitu dari 591,1 juta dolar AS menjadi 337,97 juta dolar AS.
“Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak 31,47 persen menjadi 282,79 juta dolar AS, begitu juga ekspor minyak mentah turun 69,08 persen menjadi 55,18 juta dolar AS,” katanya di Pekanbaru, Riau, Rabu seperti dikutip Antara.
Dia menjelaskan komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Mei 2026 adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 559,66 juta dolar AS. Kemudian, bahan kimia organik 193,54 juta dolar AS, bubur kayu 109,38 juta dolar AS, berbagai produk kimia 57,66 juta dolar AS, buah-buahan 23,84 juta dolar AS, berbagai makanan olahan 19,53 juta dolar AS, ampas dan sisa industri makanan 18,59 juta dolar AS, serta kertas dan karton 7,45 juta dolar AS.
Untuk tujuan ekspor nonmigas pada Januari-Mei 2026 yang terbesar adalah ke Negara Tiongkok sebesar 1,54 miliar dolar AS (18,72 persen). Disusul, India 649,01 juta dolar AS (8,4 persen) dan Malaysia 626,08 juta dolar AS (7,58 persen).
Berbeda halnya dengan periode Januari-Mei, untuk nilai ekspor Riau pada Mei 2026 saja justru turun sebesar 4,48 persen dibanding Mei 2025. Nilainya mencapai 1,56 miliar dolar AS dengan ekspor nonmigas mencapai 1,5 miliar dolar AS.
Sementara itu, nilai impor Riau pada Januari-Mei 2026 mencapai 1,62 miliar dolar AS atau naik 140,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya impor nonmigas jadi 1,55 miliar dolar AS atau 147,12 persen dan impor migas sebesar 69,90 juta dolar AS atau 53,04 persen.
“Pada Mei 2026, nilai impor naik 550,41 juta dolar AS atau naik 298,9 persen dibandingkan Mei 2025. Impor nonmigas Mei 2026 mencapai 544,32 juta dolar AS, naik 344,50 persen dibanding Mei 2025, sedangkan impor migas Mei 2026 mencapai 6,09 juta dolar AS, turun 60,95 persen dibanding Mei 2025,” ungkapnya. (Dul)













Komentar