Pemprov Jatim Kolaborasi Percepat Transformasi Pelabuhan Ketapang

Lifestyle174 Dilihat

Banyuwangi, indomaritim.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, melalui penguatan tata kelola dan peningkatan kapasitas serta penyusunan rencana pengembangan jangka panjang terintegrasi.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menjelaskan komitmen percepatan transformasi penyeberangan Ketapang-Gilimanuk itu setelah audiensi jajaran Direksi ASDP dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, pada Kamis (2/7) kemarin.

“Penguatan Pelabuhan Ketapang harus dipandang sebagai pembangunan ekosistem konektivitas, bukan semata peningkatan fasilitas pelabuhan,” katanya dalam keterangan tertulis diterima ANTARA di Banyuwangi, Jumat seperti dikutip dari Antara.

Menurut Heru, pengembangan kapasitas dermaga dan pola operasi kapal serta buffer zone hingga pengaturan lalu lintas di luar kawasan pelabuhan perlu berjalan secara terpadu agar mampu menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan logistik pada masa mendatang.

Dari pengalaman menghadapi lonjakan arus kendaraan pada periode angkutan Lebaran maupun libur sekolah, lanjut dia, menjadi pembelajaran penting bahwa peningkatan layanan tidak lagi dapat mengandalkan optimalisasi operasional semata.

Namun demikian, kata Heru, dibutuhkan pula penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan yang mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam jangka panjang.

“Sehingga Pelabuhan Ketapang semakin adaptif terhadap dinamika mobilitas masyarakat, distribusi logistik, maupun perkembangan sektor pariwisata. Pendekatan inilah yang menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap dan terintegrasi,” kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Heru, Gubernur Khofifah menyampaikan dukungan penuh terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong pengembangannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dia menambahkan, ASDP telah menyiapkan rencana pengembangan bertahap hingga 2029, meliputi peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Demaga Bulusan sebagai buffer zone kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pengembangan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional jangka panjang.

“Pada saat yang sama, nantinya peningkatan kapasitas dermaga juga akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, dan rencana tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan trafik saat ini, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dalam beberapa tahun ke depan,” kata Heru memaparkan. (HAA)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar