Demi Mencegah Kecelakaan, Kapal Layar Kecil Sementara Dilarang Berlayar

Berlaku untuk kapal layar berkapasitas di bawah 500 gross tonnage

Lifestyle173 Dilihat

Pangkalpinang, indomaritim.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunda keberangkatan kapal layar motor (KLM) berkapasitas di bawah 500 gross tonnage (GT), guna mencegah kecelakaan kapal akibat kondisi cuaca memburuk di perairan daerah itu.

“Saat ini, kita menunda penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal dengan ukuran kecil,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Dhanur di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang pada 14 hingga 17 September 2026, memperkirakan tinggi gelombang di perairan Kepulauan Bangka Belitung berkisar satu hingga dua meter dan disertai angin kencang, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran kapal berukuran tertentu seperti KLM, kapal kayu dan kapal nelayan.

Sementara itu, BMKG memperkirakan tinggi gelombang di perairan Jawa berkisar dua hingga empat meter, sehingga sudah membahayakan keselamatan pelayaran kapal rute Pelabuhan Pangkalbalam – Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Kita sudah mengeluarkan imbauan kepada nahkoda kapal yang di wilayah kerja KSOP Pangkalbalam meliputi Belinyu, Sungailiat dan Sungai Selan untuk berhati-hati dan mewaspadai cuaca buruk ini,” ujarnya.

Menurut dia penundaan penerbitan SPB ini untuk kapal-kapal di bawah 500 GT ini, guna mencegah terjadinya kecelakaan kapal karena diterjang gelombang tinggi yang disertai angin kencang.

“Kapal-kapal kayu berkapasitas kecil ini sangat beresiko terjadi kecelakaan karena gelombang tinggi ini. Oleh karena itu, kita menunda penerbitan SPB untuk mencegah kecelakaan,” ujarnya.

Ia menyatakan ketinggian gelombang satu hingga dua meter ini masih cukup aman bagi pelayaran kapal-kapal berkapasitas besar, namun demikian KSOP tetap tetap memperingatkan narkoda untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap cuaca buruk ini.

“Kami mengimbau nahkoda kapal-kapal berukuran besar ini terus memantau perkembangan kondisi cuaca dari BMKG dan ini harus dilakukan para nahkoda untuk mencegah kecelakaan selama melakukan pelayaran,” katanya. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar