Pasukan Katak Perkuat KRI Bima Suci saat Layar di Perairan Rawan Perompak

Peran jaga perang saat berlayar di perairan Filipina dan Laut Sulu

Jakarta, indomaritim.com – Pelayaran kapal latih tiang tinggi, KRI Bima Suci di perairan Filipina dan Laut Sulu diperkuat dengan mengerahkan pasukan Pasukan Katak untuk memastikan kapal tetap aman berlayar di perairan rawan pembajakan.

Dikutip dari Antara, Rabu, penguatan pengamanan dilakukan saat KRI Bima Suci menjalani pelayaran etape ke-11 menuju Bitung melalui perairan Filipina dan Laut Sulu pada Selasa (7/7).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman keamanan, termasuk aksi perompakan dan pembajakan kapal di kawasan tersebut.

Pola pengamanan mengacu pada Buku Induk Tempur (BIT) KRI Bima Suci serta Peraturan Dinas Dalam (PDD) Khas TNI Angkatan Laut yang menjadi pedoman pelaksanaan tugas personel.

Berdasarkan pedoman tersebut, personel dibagi ke dalam dua sektor pengamanan, yakni sisi lambung kanan dan lambung kiri kapal. Penjagaan dilakukan secara bergantian setiap enam jam guna menjaga kesiapsiagaan personel selama pelayaran.

“Pembagian tersebut bertujuan menjaga kesiapan kekuatan personel sekaligus memastikan pengawasan terhadap lingkungan sekitar kapal dapat berlangsung secara terus-menerus selama melintasi perairan rawan di Filipina dan Laut Sulu,” demikian siaran pers tersebut.

TNI AL menyatakan hingga saat ini pelayaran KRI Bima Suci menuju Bitung berlangsung aman dengan pengamanan yang terus dilakukan oleh personel Kopaska. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar