Menko AHY Bahas Relokasi Pelabuhan Kapal Ikan Benoa, Bali

Denpasar, indomaritim.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas rencana relokasi kapal-kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Bali, untuk selanjutnya disulap menjadi marina bertaraf internasional.

“Tadi saya mendapatkan penjelasan dari Pelindo yang saat ini mengawal proses pengembangan Pelabuhan Benoa, salah satu yang harus dilakukan adalah relokasi dan penataan kapal-kapal perikanan yang ada di sebelah sana,” ujar AHY, sambil menunjuk ratusan kapal ikan yang ada di tempat itu.

Menko AHY saat peninjauan di lokasi pengembangan marina, Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa, menjelaskan nantinya kapal-kapal ikan akan dipindah ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana.

Pengembangan marina itu berproses dan ditargetkan rampung tahun 2028 menjadi pusat pariwisata bahari baru yang diharapkan mendatangkan wisatawan penggemar pesiar dan kapal mewah.

“Direncanakan 2028, akhir 2028 akan benar-benar operasional secara keseluruhan, namun tahapan-tahapannya dimulai dari tempat kita berdiri ini, dan nanti akan terus dilakukan penataan secara profesional dan juga memenuhi asas-asas keberlanjutan,” ujarnya pula.

Meski Pelabuhan Benoa yang terkenal sebagai hub industri perikanan tangkap akan berubah menjadi marina, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu meminta memastikan Bali tumbuh, pariwisatanya semakin maju, tapi tidak boleh meninggalkan atau mengorbankan aspek kelestarian lingkungan hidupnya.

“Kita ingin menjaga alam Bali, menjaga budaya Bali, jadi pengembangan ini juga harus benar-benar memenuhi standar keberlanjutan, kita juga harus terus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang ada di sini,” ujar dia.

Jika semua ini dilakukan, termasuk menaati Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), maka diyakini BMTH akan menjadi sebuah hub dan daya tarik baru.

“Dan mengapa tidak kalau visinya ini menjadi salah satu yang terbesar dan terbaik di Asia Tenggara, karena Indonesia sudah sepatutnya sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar menjadi hub, menjadi daya tarik wisata bahari yang mendunia,” kata AHY lagi.

Kepala PPN Pengambengan Kartono menambahkan, nantinya lebih dari 700 kapal ikan nelayan akan dipindah secara bertahap ke Jembrana.

“Sesuai dengan rencana di akhir bulan ini kontraknya, kemudian groundbreaking ini nanti di minggu ketiga bulan Agustus, kemudian untuk memindahkan kapal yang ada di sini sesuai dengan rencana juga nanti di 2027, seiring dengan fasilitas yang terbangun sudah siap,” kata dia.

Dengan jadwal ini, maka diperkirakan pada saat marina beroperasi seluruh kapal ikan beserta kantor perusahaannya sudah pindah ke PPN Pengambengan.

Disinggung soal respons pemilik perusahaan dan nelayan, Kartono memastikan sosialisasi sudah berjalan sejak lama dan mereka mengaku siap direlokasi.

Ia memastikan hanya fasilitas pelabuhan yang dipindahkan, sementara area tangkap masih tetap sama. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar