Usai Dilantik, Sudaryono Komitmen Zero Tolerance Korupsi di Program MBG

Berita, Nasional346 Dilihat

Jakarta, indomaritim.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/ 2026).

Usai pelantikan, Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap rupiah yang digunakan, menurutnya, harus benar-benar mendukung tujuan utama program, yakni menyediakan asupan gizi yang sesuai bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lanjut usia.

“Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang. Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” tegasnya.

Untuk itu, dia mengatakan amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar mengingat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis pemerintah.

“Saya hari ini sebagaimana tadi sudah dilaksanakan acara pelantikan dan secara resmi telah menjadi Kepala Badan Gizi Nasional yang per hari ini kemudian saya telah aktif, tentu saja ini adalah amanah besar bagi saya. Ini satu amanah besar karena memang program Makan Bergizi Gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas pemerintahan,” ujarnya.

Sudaryono menegaskan bahwa salah satu fokus utama yang akan segera dilakukan adalah membenahi tata kelola BGN agar semakin transparan, akuntabel, dan berbasis sistem. Menurut Kepala BGN, sejumlah persoalan yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pengawasan serta memastikan seluruh proses berjalan secara terbuka.

“Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan. Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada record-nya,” sebut Sudaryono.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Sudaryono menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis juga memiliki dampak ekonomi yang luas. Kepala BGN menjelaskan, kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut akan mendorong penyerapan hasil produksi petani, peternak, dan nelayan sehingga memberikan manfaat langsung bagi perekonomian daerah.

Untuk menjaga integritas pelaksanaan program, Sudaryono menegaskan bahwa seluruh proses pengambilan keputusan dan penyelesaian persoalan di lingkungan BGN harus dilakukan melalui mekanisme yang resmi, terbuka, dan transparan, tanpa mengedepankan hubungan personal maupun pendekatan informal.

“Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow-up, dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem. Jadi kita bukan lagi trust in person, kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap, di private-private room di restoran, tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang, dan transparan, dan dilihat orang,” ucap Kepala BGN.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BGN turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sudaryono menegaskan komitmennya menerapkan prinsip nol toleransi terhadap praktik korupsi maupun penyimpangan dalam pengelolaan program.

“Doakan kami semua untuk bisa amanah, dan menjalankan program ini dengan sebaik-baiknya, zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi, dan hengki-pengki, dan copet-copetan, sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Sudaryono. (As)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar