Iran Tebar Ranjau Laut di Jalur Selatan Selat Hormuz

Teheran, indomaritim.com – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hossein Mohebbi, mengatakan pada Rabu (22/7) bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau.

Sebelumnya pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk di Teheran, setiap kali Republik Islam itu melancarkan serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

“Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat,” kata Mohebbi seperti dikutip dari Antara.

Sebelumnya, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ahmad Bakhshayesh Ardestani, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa dengan mencoba mengalihkan lalu lintas melalui jalur selatan (Oman), AS memicu eskalasi saat ini, karena Teheran menginginkan kapal untuk transit melalui jalur Iran.

Sementara itu, Komando Pusat Khatam al-Anbiya Iran kembali menegaskan bahwa jalur perairan Selat Hormuz masih ditutup bagi pelayaran. Jika nantinya diputuskan untuk membuka kembali jalur tersebut, seluruh kapal diwajibkan melintas melalui rute yang telah ditetapkan oleh Iran.

Adapun pada malam menuju 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum yang mengatur penghentian konflik yang dimulai pada 28 Februari.

Namun, sejak 8 Juli, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Presiden Donald Trump kemudian menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran tidak lagi berlaku. (Edo)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar