Surabaya, indomaritim.com – PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) mengawal empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) untuk PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) serta dua unit QCC dan empat unit RTG untuk PT Prima Multi Terminal (PMT) Belawan yang didatangkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
“Kehadiran peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pelindo Group dalam meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kualitas layanan pelabuhan guna mendukung kelancaran arus logistik nasional,” kata Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service Elvin Syah Putra di Surabaya, Selasa seperti dikutip dari Antara.
Sebagai bagian dari proses distribusi alat berat melalui jalur laut, Pelindo Marine berperan memastikan kelancaran proses penundaan dan penyandaran kapal pengangkut QCC dan RTG sehingga seluruh tahapan pemindahan, bongkar, hingga penempatan peralatan dapat berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan operasional.
Elvin mengatakan keberhasilan penyandaran QCC didukung oleh kesiapan armada yaitu Kapal Tunda KT. Hang Tuah II dan KT. Hang Tuah III berkekuatan 2.000 HP untuk di Belawan serta KT. Jayanegara 305 berkekuatan 3.000 HP memimpin penundaan di Tanjung Perak.
“Selain didukung armada yang andal, kami juga memastikan kompetensi personel untuk menjamin kelancaran operasional serta menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan tepat waktu,” ujar Elvin.
Penambahan QCC dan RTG di Belawan yang akan dioperasikan oleh PT Prima Multi Terminal (PMT) diharapkan mampu meningkatkan produktivitas terminal serta mempercepat layanan peti kemas.
Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal Wahyudi mengatakan penambahan QCC dan RTG merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan volume peti kemas di Belawan
“Dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami optimistis dapat meningkatkan produktivitas terminal serta mempercepat pelayanan kapal dan kargo,” katanya.
Sementara itu, Direktur Teknik PT Terminal Petikemas Surabaya Topo Sapto Nugroho menjelaskan peningkatan kapasitas terminal dilakukan melalui modernisasi peralatan dan optimalisasi aset.
“Kami melakukan relokasi dua unit QCC dari TPS ke Terminal Petikemas Berlian sebagai bagian dari upaya optimalisasi kapasitas layanan dan penguatan kesiapan menghadapi pertumbuhan arus peti kemas,” katanya. (Edo)













Komentar