Pangkalpinang, indomaritim.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta nelayan tradisional mewaspadai cuaca buruk, seperti gelombang tinggi disertai angin kencang, sebagai dampak fenomena El Nino selama musim kemarau di daerah itu.
“Kami sudah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh nelayan dan nahkoda kapal penumpang untuk mewaspadai cuaca buruk ini,” kata Kepala KSOP Kelas IV Pangkalbalam Saiful Anwar di Pangkalpinang, Rabu sebagaimana dikutip dari Antara.
Ia mengatakan dalam berapa pekan terakhir kondisi cuaca di perairan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak menentu dan mengalami perubahan yang cepat, sehingga dapat membahayakan keselamatan pelayaran kapal khususnya kapal nelayan tradisional.
“Kondisi cuaca tidak menentu, terkadang gelombang laut normal dan tiba-tiba saja memburuk yang ditandai gelombang tinggi disertai angin kencang,” katanya.
Ia menyatakan dalam mengantisipasi kecelakaan kapal akibat cuaca buruk ini, KSOP Kelas IV Pangkalbalam terus berkoordinasi dengan BMKG dan menyebarlluaskan informasi perkiraan cuaca BMKG tersebut kepada masyarakat.
“Kita setiap hari menginformasikan kondisi cuaca ini ke seluruh masyarakat nelayan dan para nahkoda kapal penumpang, agar mereka lebih berhati-hati dan mewaspadai cuaca buruk ini,” katanya.
Ia mengimbau para nelayan untuk tidak melaut jika kondisi cuaca memburuk, agar tidak terjadi kecelakaan kapal yang membahayakan keselamatan jiwa mereka.
Selain itu, para nelayan untuk selalu melengkapi alat keselamatan selama beraktivitas di tengah laut, agar bisa bertahan untuk keselamatan diri jika terjadi kecelakaan kapal.
“Kami berharap nelayan sebelum berangkat melaut untuk memperhatikan kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri untuk melaut jika kondisi cuaca tidak bersahabat,” katanya. (RR)














Komentar