Nabire, indomaritim.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Nabire mengalihkan operasional dua kapal, yakni Kapal Motor (KM) Dobonsolo dan KM Ciremai untuk melayani rute reguler di Nabire guna menjaga kelancaran konektivitas transportasi laut di Papua Tengah.
Kepala Cabang PT Pelni Nabire Robby Munardi di Nabire, Jumat, mengatakan dua kapal yang melayani rute reguler di Nabire, Papua Tengah yaitu KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda sedang menjalani perawatan berkala (docking) di Jakarta.
“Selama KM Gunung Dempo belum beroperasi, kami melakukan rerouting KM Dobonsolo dan KM Ciremai untuk melayani masyarakat Nabire,” katanya seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan langkah tersebut merupakan upaya Pelni menjaga kesinambungan layanan transportasi laut bagi masyarakat Papua Tengah sekaligus memastikan mobilitas penumpang dan distribusi logistik tetap berjalan.
Ia menjelaskan proses docking KM Gunung Dempo kini telah memasuki tahap akhir di Jakarta.
“Apabila tidak ada kendala yang berarti, estimasi KM Gunung Dempo mulai beroperasi tanggal 9 Agustus dari Jakarta sehingga pertengahan Agustus sudah bisa kembali melayani masyarakat Papua Tengah, khususnya di Nabire,” ujarnya.
Ia menjelaskan perawatan berkala dilakukan untuk memastikan kapal tetap memenuhi standar kelayakan sehingga mampu memberikan layanan transportasi yang aman dan andal bagi penumpang.
Ia menambahkan pada massa low seasson seperti saat ini, rata-rata jumlah penumpang berkisar antara 800 hingga 1.000 orang per kedatangan kapal.
Meskipun begitu, calon penumpang diminta memantau pembaruan jadwal pelayaran karena dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi operasional maupun cuaca, serta datang lebih awal ke pelabuhan dengan menyiapkan dokumen perjalanan yang diperlukan.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat membeli tiket hanya melalui loket resmi Pelni di Nabarua maupun aplikasi Pelni Mobile guna menghindari praktik percaloan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu membeli tiket melalui loket resmi maupun aplikasi Pelni Mobile untuk menghindari praktik percaloan,” katanya. (Edo)












Komentar