Terus Ditingkatkan, Keselamatan Wisata Bahari

Jakarta, indomaritim.com – Kementerian Pariwisata menjalankan program pelatihan bagi sumber daya manusia pariwisata dalam upaya meningkatkan keselamatan kegiatan wisata bahari serta mewujudkan destinasi pariwisata yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.

Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari dalam Program Tugas Pembantuan Tahun 2026 telah dilaksanakan secara bertahap dari Juni hingga Juli 2026 di Bengkulu, Jawa Tengah, Papua, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah.

Dikutip dari Antara,  Selasa, pelatihan itu ditujukan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan standar keselamatan, mengidentifikasi potensi risiko, menghadapi kondisi darurat, serta memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Peserta pelatihan itu terdiri atas pengelola destinasi wisata bahari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemandu wisata, pelaku usaha pariwisata, anggota masyarakat pesisir, serta pemangku kepentingan terkait.

Para peserta selama pelatihan menerima paparan mengenai pengidentifikasian potensi bahaya, pemanfaatan informasi cuaca, prosedur tanggap darurat, teknik penyelamatan dasar, serta simulasi penanganan kondisi darurat di lapangan.

Seorang anggota Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Bengkulu mengaku lebih percaya diri dalam menjalankan tugas setelah mengikuti program pelatihan keselamatan bagi sumber daya manusia (SDM) pariwisata.

“Bekal tentang membaca prakiraan cuaca dan menangani keadaan darurat membuat kami lebih siap memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” kata Nurul, anggota ASPPI DPD Bengkulu.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad Paham mengatakan bahwa penguatan kapasitas SDM merupakan investasi penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing destinasi wisata bahari Indonesia.

“Indonesia memiliki potensi wisata bahari yang sangat besar. Untuk mengoptimalkan kekuatan tersebut, perlu didukung oleh SDM profesional yang memahami aspek keselamatan, mampu mengantisipasi risiko, serta memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” katanya.

Dia menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan dalam pengembangan wisata bahari.

Kehadiran SDM yang kompeten dan bisa diandalkan akan meningkatkan pelindungan bagi wisatawan serta kepercayaan wisatawan terhadap kualitas pelayanan pariwisata Indonesia.

“Penguatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis untuk membangun budaya sadar keselamatan sekaligus mewujudkan destinasi wisata bahari yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Martini.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Pariwisata Ika Kusuma Permana Sari mengatakan bahwa keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan di destinasi wisata.

Menurut dia, upaya mewujudkan destinasi wisata yang aman tidak hanya membutuhkan sarana dan prasarana, tetapi juga SDM yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, pemerintah mengadakan pelatihan yang memadukan pembelajaran di kelas dan praktik di lapangan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan standar keselamatan di destinasi wisata.

Ika menjelaskan, program pelatihan itu merupakan bagian dari Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Tugas Pembantuan Tahun 2026 yang secara keseluruhan akan dilaksanakan di 38 provinsi.

Program tersebut ditujukan untuk menumbuhkan budaya sadar keselamatan di berbagai destinasi wisata, khususnya destinasi wisata bahari. (Dul)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar