Jakarta, indomaritim.com – Kementerian Pariwisata memperluas sasaran promosi wisata bahari dengan menyasar berbagai segmen wisatawan berdasarkan minat terhadap aktivitas kelautan.
“Ada yang kelas atas. Ada juga yang kayak diving gitu. Siapa pun bisa sekarang. Yang penting snorkeling juga, mancing,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini usai mengikuti Indonesia Tourism & MICE Outlook 2027 di Jakarta, Kamis.
Menurut Antara, Made mengatakan wisata bahari tidak hanya menyasar segmen kelas atas, tetapi juga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan melalui beragam aktivitas mulai dari menyelam, berlayar dan berselancar.
Seluruh aktivitas dalam wisata bahari masuk ke dalam salah satu fokus yang Kementerian Pariwisata kembangkan sejak tahun lalu hingga tahun ini, guna menggarap kekayaan alam, laut dan pulau yang luar biasa untuk dikembangkan.
“Kemudian tentu kita menyasar berbagai segmen-segmen yang memang menyukai ini. Diving misalnya, kemudian yachting, surfing. Jadi yang terkait bahari kita harus promosikan,” ujarnya.
Ni Made mengatakan promosi wisata bahari dilakukan melalui berbagai platform digital maupun pameran di dalam dan luar negeri.
Selain promosi melalui platform dan pameran, Kementerian Pariwisata juga menggunakan kegiatan atau event sebagai salah satu strategi untuk memperkenalkan wisata layar Indonesia.
“Jadi salah satu strateginya adalah event. Sebelum pandemi sebetulnya kita cukup banyak event-event sailing, yachting. Tahun ini kita adakan lagi,” katanya.
Ia mengatakan pendekatan melalui berbagai segmen tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pariwisata dalam mempromosikan wisata yang berkaitan dengan bahari.
Terkait dengan pengembangan sektor wisata bahari dan marina, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah mengajak para pelaku industri dan investor global untuk menggarap peluang industri marina dan wisata bahari di Indonesia.
Hal itu disampaikannya dalam acara “The 6th Monaco Smart and Sustainable Marina Rendezvous” di Monako pada 20 sampai 21 September 2026.
Widiyanti mengatakan pengalaman berlayar dengan karakter berbeda. Di Indonesia bagian barat misalnya, wisatawan dapat menikmati keindahan dari Kepulauan Riau, Belitung, Ujung Kulon, dan Kepulauan Seribu. Potensi tersebut berlanjut ke Bali, Lombok-Gili Tramena, hingga Labuan Bajo.
Sementara di kawasan timur, kekayaan biodiversitas laut Indonesia semakin menonjol karena berada di episentrum Coral Triangle. Potensi tersebut antara lain tersebar di Wakatobi, Ambon dan Banda, Morotai dan wilayah Maluku lainnya, hingga Raja Ampat.
Potensi alam itu juga ditopang besarnya pasar pariwisata Indonesia. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 15,4 juta, dengan rata-rata pertumbuhan pada periode 2023–2025 sebesar 14,8 persen per tahun.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 lebih dari separuh wisatawan mancanegara atau 52,6 persen melakukan aktivitas wisata bahari selama berada di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan produk dan layanan wisata berbasis kelautan.
Pasar yacht di Indonesia juga diperkirakan terus berkembang, dari 261,9 juta dolar AS pada 2025 menjadi 449,1 juta dolar AS pada 2033. Pertumbuhan tersebut setara dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) sekitar 7 persen.
“Pasarnya pun terus berkembang. Indonesia telah mencatat 127 kedatangan superyacht pada periode 2025–2026, tertinggi kedua di Asia Pasifik setelah Australia,” kata dia.
Ia menjelaskan, pengembangan wisata bahari diarahkan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi utama wisata bahari, khususnya wisata yacht, yang didukung fasilitas berkelas dunia dan ekosistem pariwisata yang semakin kompetitif.
Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pengembangan infrastruktur pendukung wisata bahari.
Kesenjangan antara besarnya potensi wisata bahari dan ketersediaan infrastruktur tersebut membuka ruang bagi investasi baru, terutama untuk pembangunan marina, penambahan kapasitas tempat berlabuh, serta pengembangan layanan pendukung industri yacht. (Hes)








Komentar