Pangkalan TNI AL Banten Bentangkan Merah Putih di Selat Sunda

Lifestyle186 Dilihat

Cilegon, indomaritim.com – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten bersama komunitas Pulau Merak Besar Squad menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI dengan membentangkan bendera Merah Putih berukuran raksasa di perairan Selat Sunda, Kota Cilegon, Banten pada Sabtu.

Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, di Cilegon, Sabtu, mengatakan pembentangan bendera berukuran 40 x 25 meter tersebut menjadi penegasan bahwa laut merupakan urat nadi dan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kegiatan ini mengusung semangat ‘Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’. Merah Putih berkibar di laut sebagai simbol kebangsaan sekaligus komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan maritim kita,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Selain pengibaran bendera, semangat kemerdekaan turut diwujudkan melalui langkah nyata pelestarian ekosistem pesisir. Lanal Banten bersama masyarakat melepasliarkan 25 ekor tukik ke habitat alaminya, serta melakukan transplantasi 500 bibit terumbu karang di kawasan Pulau Merak Besar.

Langkah konservasi ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keberlanjutan ekosistem laut. Terumbu karang yang terjaga dan biota laut yang berkembang diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata bahari di wilayah tersebut.

Letkol Wawan menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut merupakan bagian dari upaya menghidupkan pariwisata yang nantinya akan berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.

“Kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan mengibarkan sang Merah Putih, tetapi juga melalui aksi nyata merawat kekayaan alam. Menjaga laut adalah menjaga masa depan, menghidupkan wisata adalah menggerakkan ekonomi, dan merawat Pulau Merak Besar adalah bagian dari menjaga Indonesia,” tegasnya.

Kawasan Pulau Merak Besar sendiri memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama penghubung Pulau Jawa dan Sumatera. Hal ini menjadikannya tidak hanya vital dari aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga potensial sebagai ruang pertumbuhan ekonomi.

Rangkaian peringatan tersebut juga diperkaya dengan unsur edukasi dan kebudayaan, di antaranya pameran foto lawas, penampilan kesenian tradisional Bandrong, serta orasi ilmiah kelautan. Keterlibatan unsur pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dalam acara ini menjadi cerminan bahwa pengembangan kawasan wisata membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. (Hes)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar