Jakarta, indomaritim.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya menjaga peradaban Danau Toba dan tradisi leluhur saat kegiatan ziarah kebudayaan dan spiritual dengan mendaki Gunung Pusuk Buhit yang berlokasi di pinggir barat Danau Toba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Hasto menjelaskan bahwa kunjungan ke Gunung Pusuk Buhit merupakan bagian penting dari proses spiritual-ideologis partai. Dalam mitologi masyarakat Batak, puncak Gunung Pusuk Buhit diyakini sebagai tempat kelahiran Si Raja Batak atau asal-usul manusia Batak pertama.
“Kami akan datang ke Gunung Pusuk Buhit. Tempat ini merupakan mitologi asal-usul manusia Batak pertama yang sangat penting. Di balik cerita-cerita rakyat yang berkembang, selalu disertai filosofi, nilai-nilai moral tentang kebaikan, serta kesadaran akan Sang Pencipta alam semesta,” kata Hasto seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Sabtu.
Dalam kunjungan spiritual tersebut, Hasto Kristiyanto didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Tim Hukum Johannes Oberlin Tobing, Juru Bicara Partai Aryo Seno Bagaskoro dan Mohamad Guntur Romli, serta Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Rapidin Simbolon.
Sebelum ziarah tersebut, Hasto terlebih dulu memimpin prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Samosir di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan.
Menurut Hasto, penjelajahan nilai budaya lokal ini selaras dengan ajaran Proklamator RI Bung Karno dalam merumuskan Pancasila, khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
Hasto menegaskan bahwa Bung Karno melihat tradisi spiritualitas yang hidup di tengah masyarakat Nusantara sebagai dasar pembentukan negara yang inklusif.
“Bung Karno mengajarkan bahwa Ketuhanan di Indonesia adalah Ketuhanan yang berbudi pekerti, ketuhanan yang berkebudayaan, dan tidak boleh ada egoisme agama atau etnis. Republik Indonesia dibangun atas prinsip all for all dan one for all (semua untuk semua). Spiritualitas inilah yang harus terus kita jaga dari Tanah Samosir,” tambahnya.
Selain itu, Hasto kembali mengingatkan pesan khusus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba yang telah diakui UNESCO sebagai kawasan Global Geopark.
Hasto menekankan agar pembangunan fasilitas publik dan penataan ruang di Samosir hingga 100 tahun ke depan tetap memperhitungkan keseimbangan alam, ruang publik sempadan danau, serta nilai spiritual daerah setempat.
Ditegaskan Hasto, kunjungan ke Samosir termasuk pendakian Pusuk Buhit ini, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus membumikan Pancasila yang berakar kuat pada sejarah, kebudayaan lokal, dan kelestarian lingkungan hidup. (Hes)














Komentar