Teheran, indomaritim.com – Iran dan Oman telah sepakat untuk membagi pendapatan dari aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, kata juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, pada Rabu.
“Dalam negosiasi ini, telah dicapai kesepakatan mengenai pembagian wilayah perairan selat oleh masing-masing pihak, serta pembagian pendapatan antara Iran dan Oman,” kata Mohebbi seperti dikutip dari Antara.
Pada Selasa, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pihaknya telah membahas dengan Oman pembentukan koridor pelayaran sementara melalui Selat Hormuz serta operasi pembersihan ranjau bersama di jalur tersebut.
Mohebbi menambahkan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat menerima persyaratan yang diajukan Iran.
Teheran sebelumnya menyatakan bahwa salah satu syarat pembukaan kembali Selat Hormuz adalah Amerika Serikat memenuhi ketentuan dalam memorandum untuk mengakhiri konflik, termasuk ketentuan mengenai penghentian permusuhan di semua lini serta pencabutan blokade laut.
Adapun pada malam menjelang 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, pasukan AS telah melancarkan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.
Kemudian pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut, setelah kembali terjadi serangkaian saling serang antara kedua pihak dalam konflik.
Keesokan harinya, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menjadi “penjaga” Selat Hormuz. Ia juga memberlakukan kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (RR)












Komentar