Jarak Pandang Hanya 500-4.000 Meter Akibat Asap di Kaltara

Daerah79 Dilihat

Tanjung Selor, indomaritim.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan menyampaikan bahwa jarak pandang di Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini hanya 500-4.000 meter dan kondisi terburuk saat malam hari.

“Secara umum, kondisi cuaca di wilayah pengamatan selama periode 30–31 Agustus 2026 didominasi oleh asap (smoke) dengan jarak pandang sekitar 500–4.000 meter,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Agus Ariyanto di Tanjung Selor, Bulungan, Senin seperti dikutip Antara.

Agus mengatakan, kondisi terburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini terjadi pada malam hari ketika jarak pandang turun hingga 500 meter yang sempat disertai kabut (fog) akibat kelembapan udara yang tinggi serta angin yang sangat lemah, sehingga asap dan uap air lebih mudah terakumulasi di dekat permukaan.

Pada periode yang sama, lanjutnya, pemantauan satelit juga menunjukkan adanya sejumlah titik panas (hotspot) di Kaltara.

“Titik panasnya terutama di Kabupaten Bulungan, serta beberapa titik di Malinau dan Nunukan,” ungkapnya.

Konsentrasi hotspot, kata dia, khususnya di Kabupaten Bulungan terlihat di wilayah Tanjung Palas Timur dan sekitarnya. Menurutnya keberadaan hotspot dapat menjadi indikasi adanya sumber asap, namun belum dapat dipastikan seluruh asap yang teramati berasal dari titik-titik tersebut, karena penyebaran asap sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer.

“Secara sederhana, kondisi asap yang persisten didukung oleh adanya hotspot di beberapa wilayah dan angin yang lemah, sehingga asap cenderung bertahan dan menyebabkan jarak pandang menurun, terutama pada malam hingga dini hari,” katanya.

Kondisi ini, lanjutnya, perlu menjadi perhatian khususnya bagi masyarakat dan aktivitas penerbangan yang memerlukan jarak pandang baik.

Ditanya apakah akan potensi hujan dalam seminggu ke depan, Agus menyebutkan ada potensi hujan namun sangat kecil dan bersifat lokal. “Ada (potensi hujan), tetapi probabilitas sangat kecil, dan bersifat lokal dengan intensitas hujan ringan,” ujar Prakirawan Agus Ariyanto. (Ed0)

PERINGATAN!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel/gambar/video/infografis tanpa izin tertulis dari redaksi indomaritim.com.

Komentar